Subscribe

Photobucket

METRO7

  • Home Industri Sabu Digrebek - Banjarmasin - Direktorat Reserse Narkotika Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menemukan tempat pengolahan Narkotika jenis Sabu - Sabu di Komplek Herlina...
    1 minggu yang lalu
Latest Posts

Senin, 08 September 2014

Polisi Lepaskan Terduga Teroris, Edi Minta Dipulihkan Nama Baik

AMUNTAI – Diduga sebagai anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), salah seorang Penjual roti ayam di Jalan Norman Umar Rt 08 Kelurahan Kebun Sari bernama Dwi Edi Wahyono Alias Edi (29) ditangkap polisi dari jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Jum’at (5/9) kemarin sekitar pukul 19.00 wita. Edi yang diduga teroris berasal dari Kabupaten Ngawe Provinsi Jawa Timur ini ditangkap dirumahnya didepan isteri dan anak-anaknya. Dan langsung dibawa ke Mapolres HSU oleh beberapa anggota polisi berseragam lengkap dan bersenjatakan laras panjang. Setelah diperiksa dan dimintai keterangan beberapa jam, Edi akhirnya dipulangkan pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.00 wita diantar langsung anggota kepolisian kerumahnya menggunakan mobil. “Padahal saya tidak pernah melakukan kejahatan apapun, polisi juga mengamankan satu buah laptop teman saya dan handphone yang katanya boleh di ambil pada hari senin (hari ini-red),” ujar Edi kepada Xkasus. Menurut pengakuan Edi, sesampai di Mapolres HSU, dirinya dimintai beberapa keterangan dan menjawab beberapa pertanyaan, diantaranya adalah pertanyaan hubungan kerja dengan Guntur yang terkait terorisme jaringan pendanaan ISIS, kenal berapa lama dan selama berteman dengan Guntur pernah dikasih nasehat apa. “Saya jawab bahwa saya dengan Guntur adalah saudara sepupu dari ibu saya, akan tetapi hubungan saya dengan Guntur tidak harmonis, karena guntur cepat emosian,’’ tambah Edi kepada wartawan yang langsung mendatangi dikediamannya. Lelaki yang sudah tinggal selama 5 tahun di Amuntai ini meminta kepada pihak kepolisian untuk memulihkan nama baiknya atas penangkapan yang dilakukan kepada dirinya. “Saya minta nama baik saya dipulihkan, karena gara-gara saya ditangkap saya nanti dicap sebagai teroris ISIS dan ini mempengaruhi usaha warun jualan kami,” pintanya. Ketika hal tersebut akan dikonfirmasikan dengan Kapolres HSU, Xkasus tidak dapat melakukan konfirmasi karena Kapolres tidak berada di kantornya. Menurut informasi dari anggota disana, Kapolres sedang keluar. (Xkasus/awir).
read more...