Subscribe

Photobucket

METRO7

Minggu, 07 Maret 2010

Tambang Ramah Lingkungan

Kalangan usaha pertambangan sebenarnya dapat berbuat banyak untuk mendukung mewujudkan masa depan kehutanan Indonesia yang lestari.Dukungan perusahaan pertambangan dapat dimulai sejak awal beroperasinya perusahaan tersebut yang telah menyatakan komitmennya sebagai perusahaan pertambangan yang ramah lingkungan.

Perusahaan pertambangan sebagai perusahaan yang mengelola dan memanfaatkan potensi sumber daya alam seharusnya sejak awal mempertimbangkan aspek lingkungan dan aspek sosial masyarakat dalam kegiatan usahanya.
Perusahaan pertambangan seharusnya tidak hanya mengupayakan aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan aspek sosial. Ketiga aspek yang menjadi pilar utama dalam pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan tersebut harus menjadi perhatian yang seimbang oleh pelaku usaha pertambangan.
Dalam aspek lingkungan, perusahaan pertambangan sejak awal seharusnya memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah dibuatnya, sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No: 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi AMDAL. Kegiatan usaha pertambangan umum dengan luas perizinan (KP) di atas 200 hektar atau luas daerah terbuka untuk pertambangan di atas 50 hektar kumulatif per tahun wajib dilengkapi dengan AMDAL. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari bukaan lahan yang terlalu luas.
Selain hal di atas, ada beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian perusahaan pertambangan agar dapat menjadi perusahaan yang ramah lingkungan. Pertama, perusahaan pertambangan harus mengelola sumber daya alam dengan baik dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke generasi.
perusahaan pertambangan perlu meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi dan penghematan penggunaan, dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan.
perusahaan pertambangan perlu menerapkan indikator-indikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan keterbaharuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat pulih.
Selain menjadi perusahaan yang ramah lingkungan, perusahaan pertambangan juga dituntut untuk memberikan dukungan terhadap upaya penghijauan melalui gerakan menanam 100 juta pohon di Indonesia. Suksesnya gerakan menanam 100 juta pohon tidak mungkin semuanya diserahkan kepada pemerintah karena keterbatasan kemampuannya. Menurut MS Kaban, kemampuan Departemen Kehutanan hanya sekitar setengah, sisanya diharapkan dari partisipasi masyarakat luas, termasuk dunia usaha pertambangan.
Pelaku pertambangan dapat berpartisipasi dan berperan penting dalam gerakan menanam 100 juta pohon, misalnya dengan menanami areal seluas 250 hektar di sekitar lokasi tambangnya. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara terus menerus dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Dengan cara seperti itu, djavascript:void(0)unia usaha pertambangan tidak saja mendukung gerakan menanam nasional tetapi juga mempunyai peran penting dalam membantu memberikan lapangan kerja kepada masyarakat di sekitar lokasi pertambangan. Ajakan Menteri Kahutanan seharusnya disambut baik kalangan pelaku pertambangan dengan disertai komitmen yang kuat untuk mewujudkan perusahaannya sebagai perusahaan Green Mining, yaitu perusahaan pertambangan hijau yang tidak merusak tetapi justru membantu mewujudkan kelestarian hutan di Indonesia.

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Tambang Ramah Lingkungan"