Subscribe

Photobucket

METRO7

  • Anang Hadiri Panen Raya - Tanjung, --Sektor pertanian dalam arti luas di kabupaten Tabalong disbanding kabupaten-kabupaten lainnya memang dirasakan kalah majunya, hal itu disebabka...
    1 minggu yang lalu

Senin, 28 Maret 2011

Anggota Polsek Diduga Terlibat Ilegal Loging


T. LAYANG – Dalam Operasi Wanalaga, jajaran Polres Bartim mengamankan sebuah Truk yang membawa kayu jenis Meranti tanpa dilengkapi surat yang sah. Kapolres Bartim AKBP Bermen J P Sianturi SIK melalui Jalur Kasat Reskrim AKP R Sanatha Ariwardana SH, yang disampaikan oleh Kanit Tipiker AIPTU Rusdin Sinaga belum lama ini mengatakan kepada Xkasus Rabu (23/3) di Mapolres Bartim.

Dikatakan Sinaga, panggilan akrabnya, pada hari Jum’at malam (19/3) lalu sekitar pukul 02:00 WIB, pihaknya telah mengamankan sebuah mobil Truk yang memuat kayu tanpa dilengkapi dengan surat dukomennya. “Waktu itu kita dalam Operasi Wanalaga yang digelar Polres Bartim yang dipimpin langsung oleh Rusdin Sinaga yang berjumlah sebanyak 4 orang anggota,” paparnya.
Pria yang mantan Kapolsek Pematang Karau ini menjelaskan, kronologis penangkapan berawal dari Desa Jangau, Kecamatan Petangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur. Pihaknya telah memberhentikan sebuah Truk yang bermuatan kayu jenis Meranti ukuran papan tebal dan panjang 4 meter sebanyak kurang lebih 7 kubik.
Truk tersebut disopiri oleh Rahmadi alias Cakdul Bin Bulia (29) tahun yang merupakan warga Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Bartim. Dari keterangan Cakdul, tambah Sinaga, kayu tersebut berasal dari Desa Panaan, Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong dan rencananya mau dibawa ke daerah Kalua, Kabupaten Tabalong. “Seorang penumpang yang ikut dalam Truk itu waktu kita tanya dia tidak tahu dan hanya ikut menumpang dan penumpang itu bukan kita jadikan sebagai tersangka melainkan sebagai saksi saja,” ujar Rusdin Sinaga.
Rusdin menuturkan, karena kayu tersebut diduga hasil dari ilegal loging maka pihaknya mengamankannya ke Mapolres Bartim. Sebelum membawa, tersangka Rahmadi memberitahukan kalau yang punya kayu tersebut adalah milik salah satu oknom anggota Polsek Awang yang berinisial (Si/19) tahun berpangkat Brigadir, warga Ampah Kecamatan Dusteng.
“Dipertengahan jalan, sewaktu kita mau membawa tersangka bersama barbuk (barang bukti)nya, ternyata datanglah oknom Si yang mencoba untuk menghalangi jalan. Lalu Si mengatakan kepada kita kalau hal tersebut diselesaikan di tempat saja. Setelah kita suruh untuk menghubungi Kasat ternyata dia tidak mau dan tetap beberapa kali bersikap keras menghalangi jalan kita. Akhirnya kita tinggalkan saja karena kita mikir dari pada ribut sama teman sendiri. Lalu kita perintahkan bagian KA SPK untuk mengambil Truk tersebut, dan dibawa kekantor Polres,” terang Sinaga.
Disinggung kalau memang terbukti dari oknom tersebut, melakukan tindakan ilegal Loging, ia memberi komentar: “Kita tidak pilih kasih. Kalau memang benar anggota terlibat ilegal loging maka ia tetap akan diproses. Dengan adanya hal ini kita berharap ia menjadi anggota yang benar, karena anggota kepolisian tahu dengan aturan untuk melaksanakan aturan sesuai perundang-undangan,” harapnya. (Xkasus/Mjaya)
read more...

Divonis 14 Bulan, Direktur CV Primatechnik Consulindo Naik Banding

MARTAPURA – Lagi-lagi korupsi. Kali ini pelakunya Ery Purwana, Direktur CV Primatechnik Consulindo. Ery divonis 14 bulan penjara. Tidak hanya itu, ia juga harus membayar denda sebesar Rp 50 juta atau subsider kurungan selama 2 bulan.

Dipimpin oleh Ita Widyaningsih SH, Majelis Hakim PN Martapura menyatakan bahwa Ery terbukti bersalah karena ia tidak melakukan tugas pengawasan sebagai konsultan dalam proyek pembangunan Puskesmas Jambu Burung. Akhirnya negara pun dirugikan. Anehnya, selaku konsultan, tugas pengawasan malah diserahkan pada petugas yang bukan karyawannya.
“Terdakwa, Ery, sudah divonis hukuman penjara, yakni 1 tahun 2 bulan. Ia juga didenda Rp50 juta atau subsider kurungan selama 2 bulan,” terang Ita usai sidang pada hari Selasa (22/3/2011) yang lalu.
Terhadap putusan itu, penasehat hukum Ery, M Noor justru menyarankan supaya vonis tersebut diterima. Sedang Ery sendiri masih pikir-pikir untuk naik banding. Sebagai pertimbangan, Ery tidak sepenuhnya akan menjalani masa hukuman karena di LP nanti akan ada remisi-remisi. Selain itu, di tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT) Kalsel justru dikhawatirkan hukuman Ery akan lebih berat.
Sudah sangat banyak koruptor di negeri ini. Cukup banyak yang bisa terungkap. Umumnya yang kelas teri saja. Sedang yang kelas kakap masih sangat banyak yang belum terungkap. Hukum hanya untuk kaum kecil dan lemah. Itulah masalah di negeri ini. Sedang yang beruang masih sangat mudah mempermainkan hukum. Apalagi hukuman bagi koruptor di negeri ini sangat ringan. Kelak, usai keluar dari Rutan mereka pun akan beraksi lagi.
Jangan harap Ery dan para koruptor lain akan kapok dengan hukuman penjara. Karena itu, pemerintah harus tegas lagi di dalam menghukum para koruptor, terutama yang kelas kakap. Jangan pernah takut menegakkan keadilan dan hukum. Sekali gagal, pemerintah di masa depan akan semakin berat dalam upaya menegakkan hukum dan keadilan. (Xkasus/das)
read more...

Hasil Pansus Akan Dibawa Ke Mendagri


Permasalahan Tata Batas Barsel-Bartim

T. LAYANG -- Menanggapi permasalahan tata batas Barsel-Bartim, DPRD Kabupaten Bartim telah membentuk panitia khusus (Pansus) yang digelar melalui sidang paripurna VI masa sidang I tahun 2011, selasa (22/03) lalu di Ruang Sidang DPRD Bartim.

Pansus tersebut akan meminta data kepada tim Eksekutif untuk turun ke lapangan bersama-sama dari tim tata batas Kabupaten, tim eksekutif, tim Provinsi dan langsung melibatkan dari tokoh adat serta masyarakat yang berbatasan dengan Desa yang kena permasalah tersebut.
Ketua Pansus penelusuran penyelesaian tata batas Barsel-Bartim Gomelson L.B ketika ditemui xkasus di kediamannya Jl Nansarunai Tamiang Layang mengatakan dari hasil surat keputusan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, wilayah Kabupaten Bartim berkurang 850 km2 sehingga tidak sesuai dengan amanah UU nomor 5 tahun 2002 yaitu tentang pemekaran Wilayah di Provinsi Kalteng.
“Kalau sampai titik kordinat itu bergeser dan terjadi pengurangan wilayah di Kabupaten Bartim, maka 20 izin usaha pertambangan (IUP) yang dikeluarkan Pemkab Bartim secara otomatis akan terhapus dan gugur, sehingga tidak sesuai dengan UU No 5/2002 dengan luas wilayah 3834 km2 maka dari itu titik kordinat yang sudah ditentukan akan ditinjau ulang kembali bersama-sama kelapangan,” kata Gomelson.
Ketua Komisi I DPRD Bartim ini menambahkan, dari hasil pansus di lapangan akan dibahas ke Paripurna, sehingga hasil dari Paripurna akan dibawa ke DPRD Provinsi setelah itu akan dibawa ke Gubernur Kalteng dan sampai Kementerian dalam Negeri.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Bartim ini juga menjelaskan, pembentukan Pansus ini mendapat dukungan dari semua komponen masyarakat seperti kepala desa, kepala damang, Forum LSM dan organisasi lainnya untuk menyelesaikan permasalahan tata batas Kabupaten Barsel-Bartim. “Sehingga wilayah Bartim benar-benar kembali pada UU No 5/2002 tentang pemekaran wilayah di Kalteng dengan luas Wilayah Bartim 3834 km2,” pungkas Gomelson. (Xkasus/Ali/Mjaya)
read more...

DPD RI Sidak Aktivitas PT Adaro

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI diketuai oleh Dr. Budi Doku bertandang ke Hulu Sungai Utara (HSU) yang disambut oleh Bupati HSU, HM. Aunul Hadi di mess Negara Dipa, Selasa (22/3) yang lalu. Di dalam rombongan yang berjumlah 17 orang ini juga ikut anggota DPD wakil dari Kalimantan Selatan Ir.H. Gusti Farid Hasan Aman.

Gusti Farid Hasan Aman mengemukakan bahwa kunjungannya ke HSU ini merupakan kunjungan jawaban atas kunjungan dari DPRD HSU terkait adanya rencana penambahan kapasitas produksi dari PT. Adaro dari 40 juta ton menjadi 80 juta per tahun.
“Karena laporan itu kami datang ke HSU karena ini merupakan fungsi dari DPD untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan atas empat undang-undang, yaitu UU Kehutanan, Lingkungan hidup, Jalan dan UU Sumber Daya Alam,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Bupati HSU yang didampingi oleh unsur Muspida, anggota DPRD dan SKPD di lingkungan HSU ini, dalam sambutannya mengakui bahwa HSU ini merupakan daerah miskin. Karenanya Kota Bertakwa ini termasuk dalam kategori daerah tertinggal, tidak adanya Sumber Daya Alam yang dimiliki oleh HSU yang mengbuat masyarakatnya hanya bertopang pada sektor pertanian, perdagangan umum, dan kerajinan.
“Penghidupan masyarakat kami sangat bergantung pada alam, kerusakan alam pada daerah atas atau hulu sangat berdampak pada kami, sehingga pertanian pada tahun 2010 kemarin tidak berfungsi, petani mengalami gagal panen, karena sawahnya terendam air. Saya sangat berharap kedatangan saudara-saudara dari DPD RI ini dapat membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat kami yang dilalui limbah dari PT. Adaro ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pansus DPDR HSU H.Hormansyah S.Ag, SH sangat menyayangkan sikap PT Adaro yang tidak peduli terhadap masyarakat HSU. Padahal awalnya HSU lah yang telah memberikan izin PT.Adaro untuk dapat beroperasi di Balangan, karena sebelumnya Balangan mrupakan bagian dari HSU, yang sekarang telah terjadi pemekaran daerah.
“PT. Adaro memandang sebelah mata terhadap HSU, terbukti PT. Adaro tidak pernah melibatkan HSU dalam pembahasan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan rencana pengsulan penambahan kapasitas produksi tersebut. HSU ini merupakan comberannya PT. Adaro, karena masyarakat HSU Cuma merasakan dampaknya saja,” jelasnya.
read more...

PNS Tidak Hadir Hampir 1 Tahun

AMUNTAI -- Menanggapi laporan dari bawahannya bahwa oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) banyak yang bolos kerja, Wakil Bupati Hulu Sungai Utara Syahdillah, S.Sos, M.Si, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) atas PNS di lingkungan Pemkab HSU pada Rabu (23/3) lalu.

Sidak tersebut juga diikuti beberapa instansi terkait seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kantor Inspektorat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan bagian organisasi Setda HSU.
Dalam Sidak tersebut, Wabup menemukan sejumlah pegawai yang absen (tidak hadir), dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebanyak 19 orang; di BPA3KB 3 orang yang izin dan 1 orang yang tugas keluar, Dinas Sosial dan Transmigrasi 2 orang tanpa keterangan dan 15 orang tugas keluar, di Kantor Camat Banjang didapati 3 orang yang tanpa keterangan, di Kantor Camat Sei Pandan didapati 2 orang yang tanpa keterangan. Bahkan yang paling ironis didapati dari Kantor Camat Amuntai Selatan ada seorang oknum PNS yang tidak masuk kerja hampir 1 tahun lamanya.
Syahdillah sendiri saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan adanya seorang staf yang bertugas di Kantor Camat Amuntai Selatan yang sudah hampir satu tahun tidak masuk kerja. “Namanya Ms (48). Tidak menutup kemungkinan oknum tersebut akan diberhentikan, paling tidak dipensiunkan dini, sudah pasti setelah melalui beberapa proses evaluasi, misalkan melalui teguran secara lisan maupun tertulis,” terangnya.
Syahdillah juga menjelaskan, sidak ini akan terus dilakukan guna upaya pembinaan bagi PNS dalam bertugas dan pengabdiannya kepada Negara sebagai pelayanan bagi Masyarakat. “Tidak menutup kemungkinan sidak ini akan dilakukan siang hari, karena menurut laporan banyak PNS yang pulang kerja lebih awal,” bebernya. (Xkasus/Ayie)
read more...

KH Idham Chalid Pantas Jadi Pahlawan Nasional

AMUNTAI -- Drs H Hasib Salim selaku Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menyatakan bahwa dirinya mendukung pencalonan KH Idham Chalid menjadi pahlawan Nasional karena tokoh asal banua ini dinilai layak menyandang gelar tersebut.

“Ketokohan beliau tidak diragukan lagi dalam perjalanan perpolitikan di Indonesia. Beliau mewarnai kehidupan bernegara di Indonesia sejak era pemerintahan Soekarno,” ujar H Hasib Salim.
Menurut dia, setiap warga Kalsel, khususnya di Kabupaten HSU, pasti akan mendukung pencalonan KH Idham Chalid tersebut. Sebab hal ini akan dapat membangkitkan gairah beragama, berbangsa dan bernegara.
Sedangkan Ketua KNPI HSU, Yadi Ilhami MH, mengatakan dalam pandangan generasi muda, ketokohan KH Idham Chalid tak perlu diragukan lagi. Karena itu, KNPI sebagai organisasi kepemudaan menyatakan dukungan penuh atas pencalonan tersebut. “Gelar sebagai pahlawan Nasional itu paling layak diberikan kepada beliau, seorang tokoh revolusioner pada masanya,” kata Yadi.
Bangsa yang bijak adalah bangsa yang menghargai dan menghormati para pahlawannya. Demikian ungkapan bijak yang masih dianut hingga kini. Dan kita tahu, KH Idham Chalid memiliki jasa yang besar di dalam ikut memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara ini.
Dukungan untuk pengangkatan kepahlawanan beliau sangat penting agar rasa memiliki kian kental terhadap sosok tokoh yang sederhana, alim, arif dan bijaksana ini. Kita memang memerlukan banyak pemimpin seperti beliau di masa kini dan mendatang. (Xkasus/alm)
read more...

AMUNTAI – Bukan nama sebenarnya Dermaga Itik Mabuk, tapi karena letaknya yang bersebelahan dengan dua patung itik besar yang menjadi kebanggan Hulu Su

AMUNTAI – Bukan nama sebenarnya Dermaga Itik Mabuk, tapi karena letaknya yang bersebelahan dengan dua patung itik besar yang menjadi kebanggan Hulu Sungai Utara (HSU) yang tingginya melebihi dari tinggi rumah standar dan dermaganya menjadi tempat mabuk-mabukan anak muda.

Maka disebutlah Dermaga Itik Mabuk.
Dermaga tersebut terbilang baru, karena perampungan pekerjaannya baru-baru saja diselesaikan oleh Pemkab. Tempat ini sangat pas untuk dijadikan tempat santai bersama keluarga dan teman-teman. Walau sekadar untuk melepas lelah setelah seharian bekerja.
Tempatnya terletak tepat di pinggir sungai yang menyamping ke arah jembatan Paliwara. Sambil memandang aktivitas warga pinggir sungai, selain santai banyak juga warga yang memancing di bawahnya karena tidak sedikit warga yang mendapatkan ikan besar.
Sayang sekali, tempat tersebut kalau malam tiba berubah status menjadi tempat mabuk-mabukan anak-anak muda. Lama kelamaan tempat tersebut juga akan rusak dan kotor karena bau alkohol, bau pesing para pemabuk yang kadang-kadang tidak sadar kencing sembarangan.
Salah seorang warga yang tidak bersedia disebutkan namanya menjelaskan, kalau malam tiba dermaga ini menjadi tempat mabuk-mabukan. “Saya sendiri kalau mau ke arah sana lebih memilih jalan lain, takutnya kalau ada yang berkelahi,” katanya.
HSU mempunyai beberapa tempat santai yang seharusnya sangat indah dan asri, tapi oleh karena kurang terawat dan kurang terkontrol, akhirnya tempat tersebut berubah fungsi, seharusnya dari pihak Satpol PP melakukan razia malam, karena tidak sedikit tempat santai tersebut beralih fungsi menjadi tempat mabuk-mabukan. (Xkasus/Ayie).
read more...

Janda Rawan Sosial Dibekali Pelatihan

RANTAU -- Wanita-wanita janda yang dianggap memiliki kerawanan sosial akan dibina Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Tapin. Nantinya Dinas Sosial akan melibatkan para kader-kader sosial yang ada di kecamatan, desa dan organisasi kemasyarakatan, seperti karang taruna, tagana dan organisasi kepemudaan. Wanita rawan sosial ini rencananya akan diberikan pelatihan yang dikhususkan bagi wanita janda.

Sosialisasi yang diberikan ini adalah untuk memudahkan kelancaran program yang akan dijalankan di Dinas Sosial Kabupaten Tapin, dalam hal memberikan pelatihan kepada para janda-janda yang dianggap memiliki kerawanan sosial cukup tinggi.
“Para janda yang bermasalah dengan keadaan sosial ini, akan kita bina dan diberikan pendidikan, sehingga ke depannya para janda yang diduga dapat menimbulkan kerawanan sosial ini dapat memiliki pekerjaan yang layak,” ujar Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Tapin, Drs Mahyudin.
Menurut Mahyudin, para janda yang mendapatkan perhatian ini adalah para janda yang tidak memiliki penghasilan tetap, sehingga dapat menimbulkan resiko baru bagi para janda tersebut. Resiko tersebut merupakan masalah sosial yang dihadapi di tengah masyarakat.
Bagi mereka mengalami rawan ekonomi, dapat menjadi rawan sosial. Mereka-mereka inilah yang akan kita bina dan diberikan pendidikan keterampilan melalui panti sosial di Banjarbaru, dengan harapan, nantinya para wanita ini bisa lebih mandiri dan dapat mengembangkan potensi, kemandirian, serta kepercayaan diri yang dimiliki.
Sebelum diberikan pelatihan, terlebih dahulu harus diketahui apa kebiasaan mereka saat ini. Misalnya, menjahit atau memotong baju, maka mereka akan dilatih oleh tenaga-tenaga ahli yang telah disiapkan. Selanjutnya baru diberikan pelatihan dan pembinaan selama enam bulan ini, maka semua potensi dan keahlian akan dapat tergali dan patut di kembangkan.
Sehingga sepulangnya nanti, para janda tersebut dapat mengembangkan usaha yang sudah diberikan. Sebagai modal awal, pemerintah juga memberikan paket bantuan modal kerja dan uang saku. Program rehabilitasi sosial ini, merupakan Penyandang Masalah Kesejahteraan (PMK), yakni salah satunya, kerawanan sosial anak terlantar, narapidana, wanita tidak punya pekerjaan yang ditinggal suaminya. (Xkasus/jkt)
read more...

Peracik Miras Oplosan Ditangkap

BARABAI -- Pada Minggu dini hari, Intel Kodim 1002/Barabai menangkap dua orang pemuda yang sedang meracik miras oplosan di lapangan Pelajar Barabai. Penikmat minuman laknat itu sepertinya belum jera, padahal aparat berkomitmen membabat habis penjual dan penikmat miras oplosan itu.

Fajrian Novari (19), salah satu mahasiswa Uniska Banjarmasin dan Sugiannor (20) diciduk Intel 1002 Barabai ketika sedang meracik sendiri miras oplosannya ke dalam botol air mineral tanggung. Saat ditangkap kedua pemuda tanggung itu mengaku sudah meneguk seperempat minuman berbahaya itu.
Fajrian Novari yang mengaku warga jalan Brigjen H Hasan Basri RT 009 RW 003 Kelurahan Bukat, Kabupaten Hulu Sungai tengah (HST) saat ditemui mengakui perbuatannya dan sudah lima kali pernah menikmati minuman miras yang diraciknya sendiri. Ia tidak mengetahui bahaya kematian mengintai jika menikmati miras oplosan itu.
Sedangkan Sugiannor yang hanya lulusan SMP ini mebeberkan, ia diajak untuk menikamti miras itu hanya mengisi waktu luang. Sugiannor yang tercatat warga jalan Sibli Imansyah Bukat dan Fajrian Novari mengaku tobat dan siap mempertanggung jwabkan seluruh perbuatannya.
Komandan Unit Intel Kodim 1002/Barabai Letda Inf Abdi Hernianto menjelaskan, keberadaan para pelajar yang nongkrong di lapangan Pelajar Barabai sudah diintainya karena merasa curiga ada aktifitas negatif yang akan dilakukan. Sebelum digrebek ia melihat langsung kedua pemuda itu meracik sendiri minuman haram itu. “Saat kami tangkap dia membuat benda kecil berbentuk pil,”katanya.
Intel Kodim Barabai berhasil mengamankan botol air mineral tanggung yang seluruh bagian berwarna hijau, karena campuran dari minuman energi, obat sakit flu dan pilek, obat batuk cair serta permen pelega tenggorokan. (Humas HST)
read more...

Penjual Obat Dextro Tak Berizin Dibekuk Aparat

T. LAYANG -- Belum lama ini, Satuan Reserse Narkoba Polres Bartim menggrebek penjual obat Dextro yang diduga tak mempunyai izin. Kapolres Bartim, AKBP Bermen J P Sianturi SIK, melalui jalur Kasat Narkoba AKP Syaiful Anwar SH, saat ditemui Xkasus di Mapolres Bartim Selasa (22/3) lalu membenarkan penggrebekan tersebut.

Dikatakan Syaiful, kronologis penangkapan yaitu bermula dari laporan masyarakat yang mengatakan bahwa ada warga Ampah yang menjual obat merk Dextro. Dari laporan warga tersebut, pihaknya langsung menuju ke TKP. “Dari informasi masyarakat, anggota kita langsung melakukan penyamaran dengan satu orang warga bernama Tulus yang kita jadikan saksi,” ungkap Syaiful kepada Xkasus di Tamiang Layang belum lama ini.
Masih ujar Syaiful, saat melakukan pengintaian, pihaknya menemukan seorang warga yang mau membeli obat Dextro. Dengan demikian, lanjutnya maka anggota segera menyekap warga yang membeli obat tersebut. “Waktu kita tanya seorang warga bernama Tulus yang membeli obat sebanyak 30 biji dengan harga 10 ribu per paketnya, anggota kita berpura-pura untuk membeli sebanyak 2 paket,” ujarnya.
Pihaknya menggrebek rumah milik tersangka Kamariah (24), anak dari Haji Tarsi Asikin pada hari Kamis (3/3) lalu di jalan Gang Sudimampir RT 8, Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Bartim. “Saat petugas menanyakan surat izin menjual obat tersebut, ternyata Kamariah tidak bisa memperlihatkannya. Waktu petugas melakukan penggeledahan di rumah itu ternyata petugas berhasil menemukan sebanyak 25 botol obat Dextro. Satu botolnya berisi 1.000 biji yang disimpan di kamar milik Kamariah,” tuturnya.
Dalam pengakuan tersangka, ucap Syaiful, ia menjual obat tersebut belum begitu lama. Sebelumnya tersangka pernah menjual obat Dextro selama 2 tahun di toko obat milik ayahnya sendiri dengan menggunakan izin dari Haji Tarsi Asikin, yaitu ayahnya. “Untuk sementara tersangka kita amankan di Mapolres Bartim,” terang Syaiful.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 196 Jou pasal 198 ayat 2 dan ayat 3 Sub Pasal 198 Jou Pasal 108 UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, yaitu dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan persedian farmasi atau obat kesehatan yang tidak memiliki standar dan persyaratan keamanan khasiat atau pemanpaatan dan moto yaitu untuk Pasal 196. Dan untuk Pasal 198 tanpa memiliki keahlian dan kewenangan melakukan produk kefarmasian. “Ancaman hukuman Pasal 196 yaitu 10 tahun untuk ancaman Pasal 198 dikenakan denda sebanyak 100 juta,” tambahnya. (Xkasus/Mjaya)
read more...

Ribuan Ikan Keramba Mati


AMUNTAI – Matinya ribuan ikan milik petani keramba ikan di desa Hulu Pasar kec.Amuntai tengah kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)ini di tanggapi serius oleh Dinas Perikanan dan Peternakan HSU, mereka sudah mengambil sampel air dan ikan yang mati yang selanjutnya di bawa ke Balai Budi Daya Air Tawar (BBAT) Banjarbaru.

Pihak BBAT sendiri sudah survey ke lapangan dan mereka masih meneliti guna memastikan apa penyebab matinya ribuan ikan tersebut.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Ir.H. Ahmad Suriani, M.Si melalui Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Perikanan dan Peternakan kab. HSU Ir. H. Akhmad Rosyadie mengatakan belum bisa memastikan apa penyebab matinya ribuan ikan tersebut, pihaknya akan mengupayakan dan mencari tahu penyebabnya,”kemungkinan dari virus atau limbah itu ada, kami tidak bisa memvonis lebih jauh.kita tunggu saja nanti hasil lab nya,”jelasnya.
Sadi juga menjelaskan kalau dari virus biasanya berasal dari bibit ikan itu sendiri yang kemudian berkembang di suhu air di bawah 27○C seiring dengan pertumbuhan ikan, pihaknya menyarankan untuk sementara stop dulu siklus keramba ikan, khususnya ikan Mas, soalnya virus ini lebih banyak menyerang ikan mas.
H.Hata selaku ketua kelompok tani Putera Jaya mengatakan sangat kaget ketika melihat ikan nya banyak yang mati, begitu juga petani ikan yang lain,“Saya belum tahu berapa kerugian nya, ikan saya sudah siap panen, seandainya masih berumur 1 minggu atau 2 minggu,tentu nya kerugian tidak terlalu banyak masalahnya kita belum menghabiskan begitu banyak obat(makanan ikan),”katanya.
Menurut pengakuan warga sekitar suhu air di sungai balangan beberapa hari terakhir ini sangat dingin, mereka mengeluhkan badannya merasa gatal-gatal , usai mandi di sungai tersebut.
Dengan inisiatif petani mereka langsung melapor kejadian ini ke DPRD HSU, yang langsung di tindak lanjuti oleh Komisi II DPRD HSU. H.Hamdani, SH salah satu anggota komisi yang membidangi masalah Perikanan, saat di minta komentarnya mengatakan pihaknya akan mengusut kasus ini sampai tuntas,”kalau matinya ikan ini akibat adanya limbah, kami akan meminta pertanggung jawaban perusahaan yang bersangkutan,”katanya.
Hamdani yang juga anggota Pansus DPRD terkait masalah Dampak PT. Adaro bagi HSU juga mengatakan pihaknya tidak akan tanggung–tanggung dalam membantu masyarakat. Kalau di daerah tidak ada jawaban pihaknya akan mengurusnya sampai ke pusat. (Xkasus/Ayie)
read more...

Danrem 101 Antasari Lakukan Kunker di Tabalong

Komandan Komando Resort Militer (Danrem) 101/Antasari melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Tabalong pada hari Rabu dan Kamis (23-24/03) kemarin. Dalam kunker tersebut Danrem kolonel Informasi Heros padupai di dampingi kepala Staf Rem Letnam Kolonel Infantri Mukhtar dan ketua persatuan isteri Tentara (Persit) Kartika Candra Kirana Koorcab Rem Ny Hera Heros Padupai.

Rangkaian kegiatan kunker di Tabalong kali ini Danrem dan rombongan mengadakan malam ramah-tamah dengan jajaran unsur muspida, para kepala SKPD, pimpinan perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pada Rabu malam bertempat di aula pendopo Bersinar Pembataan.
Kemudian pada Kamis Danrem dan rombongan melakukan pennjauan ke koramil 1008-01 muara uya dengan kapolres beserta para anggota polres, kemudian dilanjutkan lagi peninjauan terhadap bangunan baru kantor koramil 1008-03/Tanjung yang sedang dalam tahap penyelesaian di Hukum kelurahan Agung.
Menurut komandan Kodim 1008/Tanjung Letnam Kolonel Infantri Bambang Indrayanto, kalau Bangunan baru kantor koramil Tanjung itu sudah selesai dan sudah diresmikan maka koramil 1008-03 akan pindah ke tempat tersebutsedangkan kanor koramil lama di jalan jaksa Agung Soeprapo akan di jadikan tempat sekolah Taman Kanak-Kanak di bawah binaan Kodim.
Usai peninjauan bangunan kantor Koramil Tanjung, Danrem da rombongan langsung menuju Kodim 1008 dalam kesempatan itu pula Danrem memberikan pengarahan kepada anggota dan prsit Kodim 1008 Tanjung. Dalam arahannya Kolonel Infantri Heros Pedupai meminta kepada semua anggotanya dan ke taqwaan, senantiasa melaksanakan ajaran agama dengan baik karena kualitas iman dan taqwa seorang prajurit adalah hal yang sangat pantas serta senantiasa memegang teguh sumpah prajurit Sapta Marga, pelihara dan tingkatkan kualitas kinerja bagi para prajurit. (Xkasus/via)
read more...

Senam Bersama di Halaman RSUD Tanjung

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Dr.H.Syarifuddin Baseri S.POG yang juga Plt Direktur RSUD Tanjung, menggalakan kegiatan rutin senam bersama antara jajaran pegawai Dinas Kesehatan maupun Rumah Sakit dan Puskesmas-puskesmas dengan para eksekutif di Tabalong.

Menurut Dr.H.Syarifuddin Baseri S.POG, usai pelaksanaan kegiatan senam bersama di halaman Rumah Sakit Umum Daerah H.Badaruddin Jum’at (25/3) kepada Xkasus, pihaknya ingin agar kegiatan senam bersama ini bisa dilaksanakan secara rutin sehingga jalinan silaturahmi antara semua pegawai jajaran Dinas Kesehatan maupun RSUD dapat terbina dengan baik dan saling mengenal satu sama lainnya.
“Di samping itu, dengan dilaksanakannya senam rutin yang rencananya dua minggu sekali, kita ingin agar semua abdi negara di lingkungan Dinas Kesehatan benar-benar memiliki kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, sehingga diharapkan dapat senantiasa melaksanakan tugasnya dengan baik,” paparnya.
Senam bersama di halaman RSUD H.Badaruddin tersebut diikuti Wakil Bupati Tabalong H.Muchlis, SH, Sekda Drs.H.Abdel Fadillah, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Dr.H.Syarifuddin Baseri, S.POG, seluruh pegawai RSUD Tanjung, Puskesmas Hikun, Puskesmas Murung Pudak, Puskesmas Pamarangan Kiwa, dam Puskesmas Tanta.
Dalam kesempatan itu, Sekda Tabalong, Drs.H.Abel Fadillah M.Si memberikan sambutan dan menyambut baik gagasan Kepala Dinas Kesehatan tersebut untuk melaksanakan senam rutin di lingkungan Dinas Kesehatan maupun RSUD yang dinilai tujuannya sangat positif. Pada kesempatan itu juga ia tidak lupa mengingatkan kembali agar sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil senantiasa menjalankan disiplin dalam tugasnya sebagai PNS. (Xkasus/Via)
read more...

Satpol PP Optimalkan Penertiban

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabalong akan melakukan penertiban kiri dan kanan trotoar jalan dalam wilayah perkotaan, baik para pedagang yang menjual berbagai barang dagangan termasuk penjual bensin eceran, begitu juga dengan tumpukan-tumpukan bata, pasir dan barang lainnya milik masyarakat berada di pinggiran jalan yang mengganggu arus lancarnya ketertiban jalan umum.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Ka.Satpol PP) Drs.A.Tajuddin, M.Si saat ditemui Xkasus diruang kerjanya baru-baru ini. Ditambahkannya, ia akan melanjutkan program-program kerja yang telah dibuat oleh Ka Satpol PP terdahulu dimana masih banyak tugas-tugas yang harus ia emban berkaitan dengan melaksanakan dan mengamankan Peraturan Daerah (Perda) yang ada.
Tidak hanya penertiban terhadap para pedagang yang berada di pinggiran jalan saja, namun masih banyak sekali tugas lain seperti penertiban SITU, HU, IMB, penertiban pasar bahkan penertiban terhadap para PNS yang berkeliaran pada saat jam kerja, begitu pula para pelajar pada saat jam sekolah yang berkeliaran diluar maupun berada di warnet-warnet.
Demikian juga halnya terhadap warung-warung yang biasa disebut warung jablay apabila ada hal yang mengarah terjadinya tindakan kriminalitas, umpamanya ada pelacuran terselubung, maka pihak Satpol PP akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait melakukan razia, pokoknya Satpol PP akan menggelar razia penertiban secara rutin,” tegas Drs.A.Tajuddin yang biasa akrab disapa Pak Baco ini. (Xkasus/Via)
read more...

Wabup Lepas 92 Kalifah STQ

Batulicin – Wakil Bupati Tanah Bumbu Drs.Difriadi Darjat berpesan kepada peserta/kafilah yang akan mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-VXIII yang diselenggarakan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan agar dapat mengikuti STQ dengan sungguh-sungguh dan tanpa beban. “Jangan terbebani dengan target yang terlalu tinggi, berusaha saja semaksimal mungkin,”pinta Wabup saat melepas Kalifah STQ di XVIII Kabupaten HSS di Masjid At Taqwa Batulicin, Sabtu (19/03) pagi.

Dikatakannya, target yang terlalu tinggi dapat menambah beban para kalifah dan bisa menurunkan mental kalifah tersebut. “Bisa saja yang sebenarnya bagus, tiba-tiba ‘down’ saat di panggung karena terbebani target tersebut,”ujar Wabup seraya memberikan semangat kepada para kalifah yang akan mengikuti STQ.
Kepada para kalifah, Difriadi Darjat berharap, peserta STQ Tanbu dapat menampilkan dan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Tanah Bumbu. “Semoga dengan STQ ini dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan putra-putri asli daerah, khususnya dari Tanah Bumbu,”kata Wabup.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Tanah Bumbu, Drs.Gusti Hidayat berharap para kalifah dapat memberikan yang terbaik bagi Bumi Bersujud yang kedepannya akan semakin banyak penerus yang memiliki kemampuan lebih baik.
Sementara itu, acara pelepasan ditandai dengan pemberian bendera STQ dari Gusti Hidayat kepada Difriadi Darjat. Di akhir acara, Difriadi Darjat menyempatkan untuk bersalaman dengan para kafilah yang akan berjuang demi mengharumnkan nama Tanah Bumbu di tingkat provinsi. Acara pelepasan tersebut diikuti oleh beberapa pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu, Camat Simpang Empat Bachriansyah, tokoh agama dan tokoh masyarakat. (rel)
read more...

BPDSumber Wangi Dan Madu Retno Dilantik

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu melalui Asisten Bidang Pemerintahan Kab. Tanbu Abdul Haris,S.Sos, Msi melantik dan mengambil sumpah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sumber Wangi dan Desa Madu Retno Kecamatan Karang Bintang di Gedung Serba Guna Desa Sumber Wangi, Selasa (22/3).

Pelantikan BPD Desa Sumber Wangi dan Madu Retno periode 2011-2016 berdasarkan pada SK Bupati Tanah Bumbu Nomor : 44 tahun 2011 tentang pengesahan atas pengangkatan ketua, wakil ketua, sekretaris, dan anggota BPD desa sumberwangi dan maduretno kecamatan karang bintang.
Asisten Bidang Pemerintahan Tanah Bumbu Abdul Haris dalam sambutannya mengatakan permohonan maafnya atas ketidak hadiran Bupati Tanah Bumbu untuk menghadiri dan melantik BPD Desa.
''pak bupati meminta maaf atas ketidak hadiran beliau, karena sedang melaksanakan tugas kedinasan. Wabup dan sekda pun juga ada tugas kedinasan. Karena hari ini ada beberapa acara seperti musrembang kab. Tanah bumbu'' ujarnya.
Sementara itu, terkait pelantikan BPD, Asisten Bidang Pemerintahan mengatakan melalui pelantikan BPD agar mampu meningkatkan mutu pelayanan serta optimalisasi kinerja aparat desa secara profesional dan berkualitas.
Ketua BPD dan anggota BPD merupakan wakil masyarakat yang dipilih mewakili masyarakat untuk duduk dalam badan permusyawaratan desa yang juga sebagai bagian dari pemerintahan desa yang merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan daerah. BPD bersama kepala desa berfungis menetapkan peraturan desa serta berupaya menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Dengan demikian maka pemerintahan desa dituntut untuk mampu menumbuh kembangkan partisifasi dan peran serta aktif masyarakat dalam proses pemerintahan serta pembangunan.
Asisten juga berpesan agar dalam menjalankan tugas bersungguh-sungguh serta penuh tanggung jawab sesuai dengan fungsi dan tugas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai unsur pemerintahan desa BPD dan Kepala Desa merupakan mitra. Untuk itu, harus terjalin komunikasi yang harmonis sekaligus bersinergi dengan tetap dan terus melakukan koordinasi, maupun konsultasi serta bekerjasama dalam penyelenggeraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan didesa. (rel
read more...

Seminar Sehari, Merubah Nasib Guru

Paringin - Nasib guru sebagai pencerdas generasi penerus kesejahteraannya memang perlu diperhatikan, namun perlu diingat bahwa kesejahteraan adalah hasil dari berbagai faktor sehingga tidak boleh menggantungkan tetapi harus berusaha dengan cara membuka pikiran, memperluas wawasan dan mengenali potensi diri agar lebih berguna bagi masyarakat.

Demikian yang disampaikan bupati balangan dalam sambutannya yang dibacakan asisten ahli pemerintah, hukum dan politik drs. Harni riyadi MAP pada acara seminar pendidikan pada hari Sabtu (19/3) yang berlangsung sekitar jam 09.00 sampai dengan 13.00 wita di aula Gedung Sanggam Paringin
Program seminar tersebut merupakan kerjasama Dinas Pendidikan, PT. Adaro Envirocoal dan PT. Primagama yang diikuti oleh sekitar 400 peserta terdiri dari para kepala sekolah dan guru SMP/MTs – SMA/MA/SMK se – kabupaten Balangan.
Dari Pimpinan Primagama Balangan Sri Tejo Yuli Martono SH ketika dikonfirmasi Xkasus pada saat berlangsungnya seminar tersebut mengatakan bahwa, kegiatan tersebut merupakan kepedulian PT. Adaro terhadap perkembangan pendidikan di kabupaten Balangan.
Sedangkan menurut CSR Officer PT Adaro Fajrianor Musadi mengatakan bahwa tujuan pelatihan itu adalah untuk mengembangkan kualitas insan pendidik, merevolusi nasib guru agar mempunyai nilai tambah bagi anak didik dan mendukung pemerintah dalam mempersiapkan sdm yang lebih baik dimasa mendatang.
Disamping itu Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Balangan mengatakan bahwa, seminar tersebut sudah berjalan 5 tahun yang masing-masing sekolah tingkat SLTP mengirimkan 5 guru dan tingkat SLTA 9 guru.
”Semoga dengan seminar ini bisa menambah semangat bagi guru untuk lebih maju,” ujarnya.
Sedangkan menurut Asisten ahli pemerintah, hukum dan politik drs. Harni riyadi MAP mengatakan bahwa, seminar itu penting untuk ikuti demi peningkatan kualitas para guru yang sudah bukan waktunya lagi bermanja-manja dengan fasilitas tanpa berusaha keras dan menyadari kekurangan-kekurangan.
”Bukan berarti pemerintah hendak berlepas tangan, tetapi harus disadari bahwa penentu nasib bukanlah orang lain. Bahkan Alloh SWT pun menyatakan, tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mau mengubahnya,” katanya.
Seminar tersebut mengambil tema “kiat jitu merevolusi nasib guru“ dengan menghadirkan nara sumber Direktur GIM Centre Jogja HD. Iriyanto
Dalam seminarnya Iriyanto mengatakan bahwa untuk merubah nasib seorang guru harus merubah paradigma, tindakan dan cara promosinya.
”Rubahlan cara berfikir anda dari negatif ke positif, dari monoton jadi kreatif. Juga gantilah tindakan anda dari reaktif ke proaktif, dari generik menjadi unik. Dan rubahlah cara promosi dari pasif menjadi aktif dan dari ruang lingkup yang sempit ke yang luas,” ungkapnya.
Selanjutnya Irianto yang merupakan dosen di beberapa Perguruan Tinggi di Yogyakarta itu juga mengatakan bahwa, untuk pengembangan karir itu ada 2 arah.
”Yang pertama cara vertikal yaitu pengembangan karir ke atas yang peluangnya sangat terbatas dan sering berbenturan dengan hati nurani, sedangkan cara yang kedua yaitu pengembangan karir secara horisontal yakni pengembangan karir ke samping yang biasanya peluangnya sangat terbuka dan relatif lebih merdeka,” paparnya. (xkasus/akh.wp)
read more...

Pemkab Balangan Kembali Bantu Bank Kalsel

Paringin - Banyaknya tantangan yang dilalui Bank Kalsel selama 47 tahun untuk tumbuh hingga menjadi bank-nya urang banua, bahkan usaha kerasnya diisyaratkan dalam tema yakni: “untuk banua yang lebih baik” merupakan isyarat semakin eratnya kemitraan antara Bank Kalsel dengan Pemkab Balangan.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Balangan Drs. H. Ansharuddin Msi ketika memberikan sambutan pada rangkaian kegiatan HUT Bank Kalsel ke-47 yakni shalat hajat berjamaah yang dipimpin KH. Husin Nafarin, Lc, MA dari Banjarmasin. Kegiatan dilaksanakan hari Rabu, (16/3) sekitar jam 18.30 wita bertempat di Mesjid Syuhada desa Hujan Emas kecamatan Paringin yang merupakan salah-satu mesjid tertua di kabupaten Balangan.
Pada kegiatan tersebut selain wakil bupati Balangan juga hadir para kepala SKPD di lingkup pemerintah kabupaten Balangan, ketua MUI kabupaten Balangan, tokoh masyarakat, alim ulama, nasabah serta mitra kerja Bank Kalsel.
Dalam laporannya, Pimpinan Bank Kalsel cabang Paringin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh stake holder atas dukungan dan komitmennya dalam mendukung kemajuan Bank Kalsel. Sebagai bentuk apresiasi tersebut, tema HUT tahun ini adalah ”47 tahun kehadiran bank kalsel untuk banua yang lebih baik” yang disesuaikan dengan maksud dan tujuan berdirinya Bank Kalsel yang ikut berperan mendorong kemajuan daerah Kalimantan Selatan (banua) yang lebih baik lagi.
Pada waktu itu juga diserahkan bantuan berupa : Bantuan kepada 224 anak yatim piatu pada 4 panti asuhan di kabupaten Balangan; Baantuan pakaian seragam, tas dan alat tulis kepada 50 siswa SD kecil Papuyuan desa Lajar kecamatan Lampihong; Bantuan kepada 25 kaum mesjid di kabupaten Balangan, dan bantuan renovasi mesjid Syuhada desa Hujan Emas sebesar Rp 5.000.000,-
Penyerahan dilakukan oleh wakil bupati Balangan selaku pemegang saham dan KH Husin Nafarin selaku anggota dewan pengawas syariah, didamping tokoh masyarakat Balangan H. Syakhrani Ahing.
Dalam sambutannya Wakil bupati Balangan menyambut gembira rangkaian kegiatan sosial yang dilakukan oleh Bank Kalsel ini. Pemkab Balangan akan terus mendorong upaya perbaikan kinerja Bank Kalsel dengan menambah penyertaan modal Pemkab Balangan ke Bank Kalsel.
”Sampai 2010, penyertaan modal pemkab Balangan sebesar Rp18.397.600.000,- dan di APBD 2011 telah dianggarkan tambahan sebesar Rp5 milyar,-. Demikian juga gedung kantor yang dibangun dapat dipergunakan dalam waktu dekat karena kantor yang ada saat ini dinilai sudah tidak seimbang dengan banyaknya nasabah,” ujarnya.
Ansharuddin juga mengatakan bahwa di era keterbukaan prestasi dari sebuah lembaga yang melayani publik dapat lihat dari seberapa dalam mengisi hati masyarakat. Artinya, kesuksesan Bank Kalsel tidak mungkin terlepas dari keterlibatan masyarakat terutama para konsumen yang mempercayakan investasi kepada Bank Kalsel di wilayahnya masing-masing.
Dengan kehadiran institusi keuangan ini, menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan yang dialami oleh berbagai pihak dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pun demikian adanya nasabah merupakan syarat yang harus ada, sehingga keterkaitan antara keduanya tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Berkenaan dengan peringatan hari jadi ini tentu memiliki konsekuensi berupa tuntutan untuk semakin baik melayani dan bermitra dengan masyarakat, dunia usaha maupun pemerintah. (xkasus/akh.wp)
read more...

Destinasi Wisata HST Ditingkatkan

Upaya gencar dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang memiki beragam kekayaan pesona wisata alam, wisata religius, wisata kuliner, seni adat dan budaya serta ditunjang lengkapnya fasilitas hotel dan pengingapan.

Pesona kekayaan wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah memang kekayaan alam dari anugerah Tuhan yang patut disyukuri, potensi ini menjadi keunggulan daerah HST yang dikelola secara baik dan profesional mendatangkan Pendapatan Asli Daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengemasan wisata di Kabupaten HST secara apik dan dinamis oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata HST diharapkan menjadi wisata daerah memiliki nilai jual yang tinggi, serta invenstasi daerah yang tak ternilai. Kelestarian alam yang masih terjaga, kultur dan seni budaya masyarakat Barabai yang khas serta dukungan sinergis dimasing-masing SKPD untuk menyukseskan program pariwisata di HST.
Menurut Hj Faridah Alma Kabid Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata HST mengungkapkan bahwa di sebelas kecamatan di HST memiliki destinasi atau titik-titik wisata yang terus ditingkatkan dan dikembangkan dengan beragam pesona seperti Barabai dengan Wisata Belanja (Pasar Apam, Pujasera dan Pasar Subuh, Purbakala dan Obyek Wisata Taman Kota.
Pandawan dengan Wisata Religius Panji-panji Islam di jatuh dan Mesjid Keramat, sementara di Batu Batu Benawa Taman Wisata Pagat Batu Benawa dan Goa Liang Hadangan di Murung A. Untuk Hantakan memiliki Obyek air terjun di Pantai Mangkiling, Panorama Alam Patikalain dan Bangkaun, Sumber Air Panas dan Panjat Tebing Pasting serta Wisata Manggasang di Hantakan.
Adapun Labuan Amas Utara dengan obyek Wisata Kerbau Rawa di Sungai Buluh serta wisata religious Ponpes “Ibnul Amin”Pemangkih. Untuk Haruyan terdapat adat Menyanggar Banua, Wisata Lok Laga dan Mu’ui serta Panorama Alam “Tagur Menanti” Haruyan Seberang dan Desa Wisata Barikin.
Di kecamatan Batang Alai Timur tidak kalah indahnya panorama alam air terjun Datar Alai, Air Mancur Bangkuyan, Sumber Air Panas Tandilang dan Nateh serta Goa Kukup dan Goa Berangin di Nateh. Batang Alai Utara terkenal dengan Panorama Alam Gunung Titi di Hawang, sementara Labuan Amas Selatan ada wisata religious kuburan “Wali Katum” di tabu darat dan belanja kopiah haji. Adapun Batang Alai Selatan dikenal dengan wisata Sejarah Tentara Alri Divisi IV.
Faridah menambahkan bahwa obyek wisata Pagat Batu Benawa adalah obyek yang paling banyak dikunjungi baik wisatawan lokal atau pun luar, jumlah rata-rata perbulan tahun 2010 berjumlah 13 ribu pengunjung dan jumlah rata-rata pertahun 160 ribu orang.
Meskipun demikian menurut Faridah untuk tahun 2010 target pendapatan dari obyek-obyek wisata tidak tercapai ini dikarenakan kurangnya pengunjung dihari-hari besar karena hujan dan musim yang tidak mendukung dan tidak adanya libur panjang.
Pendapatan dari obyek wisata Pagat Batu Benawa ditargetkan pertahun 110juta terealiasi 80,350juta atau 73%, Air Panas Hantakan ditargetkan 14jt terealiasi 1,750juta atau 12,50%, Taman Wisata Lok Laga target 14 juta terealiasi 11,850 juta atau 84,64% dan lapangan tenis Murakata dari target 750ribu terealiasi 800ribu atau 106,67%.
“Kami Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata HST bertekad untuk meningkatkan pendapatan dari retribusi 4 (empat) tempat lokasi untuk tahun 2011 ini dengan cara turun langsung secara bergantian untuk memungut dan memantau keadaan lokasi wisata agar pendapatan daerah dapat optimal” Kata Faridah.
“Untuk tahun 2011 pendapatan daerah dari retribusi tempat wisata ditargetkan Taman Wisata Pagat Rp. 111 juta, Lok Laga Haruyan Rp. 15 juta, Air Panas Hantakan Rp. 14 juta dan Lapangan Tenis Murakata Rp. 850 ribu” Kata Faridah.
Ditambahkan Faridah untuk tiket masuk lokasi taman wisata Pagat di hari biasa Rp. 2.500,-, hari Minggu Rp. 3.000,- dan hari-hari besar seperti Idul Fitri atau Tahun Baru Rp. 10.000,-. Tiket masuk Air Panas Hantakan Rp. 1.000,- dan Lok Laga Haruyan juga Rp. 1.000.
“Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata HST sedang mengusulkan pula untuk pembuatan Pintu Gerbang memasuki kawasan wisata seperti Batang Alai Timur dan Hantakan. Pengusulan PNPM Mandiri Pariwisata di desa Wisata Panggung dan Apam Kuliner untuk memberikan bantuan permodalan bagi pengrajin dan pengolah kuliner khas Banua” Kata Faridah.
Sementara M Yusuf Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata HST saat ditemui menyebutkan bahwa target penerimaan pendapatan dari lokasi wisata disesuaikan dengan analisa kunjungan dengan juga memperhatikan aspek perkembangan ekonomi destinasi wisata, efek ganda dari pariwisata yang senantiasa akan juga menghidupkan roda pembangunan menunjang di beragam bidang seperti pertanian, perdagangan, pendidikan dan lainnya.
Yusuf mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kerjasama dan bersinergi dengan SKPD lainnya, Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk kesuksesan Pariwisata di HST. Penanaman Pohon di sepanjang jalan di Barabai hingga Taman Lokasi Wisata Pagat bersama BPLH HST akan menambah teduh dan sejuk suasana kota.
“Saat ini memang diakui peningkatan destinasi pariwisata belum tergali maksimal, telah dilakukan beragam langkah strategis dan tertuang dalam Renstra SKPD Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata HST untuk pengembangan wilayah pariwisata” Kata Yusuf.
“Seperti hutan-hutan kita yang indah dan masih perawan di daerah Batang Alai Timur dan Hantakan, lokasi ini dapat menjadi wisata alam yang menantang dan diminati wisatawan yang ingin berwisata trafficking” Kata Yusuf.
Kendala lain yang dihadapi dalam optimalisasi wisata alam adalah akses jalan yang sebagian masih belum terbangun infrastrukturnya, sebenarnya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : PM. 104/UM.661/MKP/2010 pada Pasal 5 disebutkan pembuatan jalan setapak atau jalan lingkungan destinasi wisata dapat dibuat dengan dukungan dari APBN, APBD Propinsi dan Kabupaten. Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata HST pun telah mengusulkan untuk pembuatan Jalan setapak atau jalan lingkungan ini untuk membuka isolasi destinasi wisata HST yang berpotensi.
“Kedepannya lokasi-lokasi wisata juga bagus dapat dikelola oleh masyarakat berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten HST tentunya melalui aturan atau prosedur yang berlaku dan senantiasa menjaga kelestarian alam. Pariwisata akan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, hal ini sesuai dengan visi dan misi Kabupaten HST untuk mengantarkan masyarakatnya menuju masyarakat yang sejahtera, unggul, mandiri dan istiqamah” Kata Yusuf. (Humas HST)

read more...

Harga Beras Distandarkan Pemerintah

BARABAI – Stabilisasi harga beras memang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah demi mengamankan pasang-surutnya harga beras yang bisa menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain. Selama ini, tentu saja pihak petani yang paling dirugikan karena pasang-surutnya harga beras.


Karena itu, untuk menstabilkan harga beras di pasaran, pemerintah daerah telah menetapkan harga yang bersifat standar. Kebijakan tersebut untuk membantu masyarakat mengatasi kenaikan harga beras yang memberatkan.
Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Publik Sub Divre Bulog Wilayah I Barabai, M Husni Thamrin mengatakan pemerintah sekarang melakukan penetapan standar harga beras, yakni Rp.1.600 per liter. “Kenaikan harga beras yang cukup tajam di pasangan diperkirakan akan meningkatkan permintaan dan pasokan raskin dari Bulog ke masyarakat,” paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa kenaikan yang tengah terjadi saat ini difaktori oleh adanya permintaan dari daerah lain, yakni daerah-daerah luar HST. “Beras-beras yang ada dialokasikan untuk daerah-daerah lain. Dengan demikian, permintaan terhadap raskin (beras untuk kaum miskin) makin meningkat dan diminati oleh masyarakat,” tambahnya.
Beras memang kebutuhan mutlak bagi masyarakat Indonesia. Semua butuh makan. Dan makan tentu saja dengan beras. Sayang, harga beras terkadang teramat tinggi dan susah dijangkau oleh masyarakat yang berekonomi rendah. Akhirnya diprogramlah Raskin (beras untuk kaum miskin). Dengan demikian kaum miskin akan mampu menjangkau harga beras yang kini dipatok harganya Rp.1.600 per liter.
Negari ini sudah sejak dulu terkenal dengan masyarakat petani. Sudah sepatutnya tidak ada yang kesulitan untuk mendapatkan beras, baik karena factor kelangkaan beras maupun karena harganya yang melambung tinggi. Standarisasi membuat seluruh masyarakt dapat menjangkau harga beras yang selama ini mengalami pasang-surut alias naik-turun.
Politik perberasan dari pemerintah ini patut disambut baik meski dengan catatan tertentu, yakni meski beras untuk kaum miskin, harusnya berasnya tetap berkualitas sebagaimana layaknya yang dikonsumsi oleh kelas menengah ke atas. Bukan berarti karena Raskin lalu berasnya ala kadarnya saja sehingga menunjukkan bahwa kemiskinan justru semakin tampak di masyarakat. (Humas HST)

read more...

Angka Kemiskinan di Bartim Turun

T. LAYANG -- Upaya Pemkab Bartim untuk menurunkan angka kemiskinan tidak sia-sia. Tercatat dari data Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuaan (BKBPP) Kabupaten Bartim, yaitu pada tahun 2008 dengan jumlah penduduk Bartim 25.625 KK, sedangkan angka penduduk miskin 2100 KK atau 8,19%, pada tahun 2009 jumlah penduduk 26.569 KK, sedangkan angka penduduk miskin 1529 KK atau turun menjadi 5,99%.

Pada tahun 2010, jumlah penduduk Bartim 27.331 KK, sedangkan angka penduduk miskin 1400 KK atau menurun 5,12%.
Kepala BKBPP Dr Simon Biring melalui kabig IAP Drs Yus Adiarto ketika ditemui Xkasus di kantornya Jl Nansarunai belum lama ini menjelaskan, dari persentasi angka penduduk miskin mulai dari 8,19% di tahun 2008 dan tahun 2010 menurun menjadi 5,99%.
Yus Adiarto juga menambahkan, penurunan angka penduduk miskin dengan berbagai intervensi; salah satunya dengan usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS).
Selain itu, Plh Kabid KS Normiah menjelaskan, untuk menurunkan angka penduduk miskin pihaknya telah membuat program usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) supaya dari keluarga miskin bisa meningkat menjadi keluarga prasejahtera.
“Jadi pada tahun 2011 ini untuk program UPPKS sasaran kita ada 6 Kecamatan dan 6 Desa, yaitu desa Harara Kecamatan Dusun Timur, Desa Danau Kecamatan Awang, Desa Lagan Kecamatan Karusen Janang, Desa Tarigan Kecamatan Paku Raya, Desa Malintut Kecamatan Raren Batuah dan Desa Pinang Tunggal Kecamatang Pematang Karau,” papar Normiah.
Normiah juga menambahkan, “program UPPKS pada tahun 2010 sasaran kita Cuma 3 Kecamatan dan 3 desa, yaitu Desa Karang Langit, Desa Baruyan dan Desa Kandris Kecamatan Benua Lima. UPPKS ini merupakan program Kabupaten melalui dana APBD,” tambahnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya program UPPKS ini supaya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bartim, dan mengurangi angka kemiskinan serta lebih meningkatkan keluarga prasejahtera lebih sejahtera (Xkasus/Ali)
read more...

Bangun Kantor Desa Secara Bertahap

T. LAYANG – Pada bulan Maret yang lalu, Musrenbang di Kecamatan Karunsen Janang dimulai dari hasil Musrenbang tersebut. Pemda Bartim mengalokasikan dana untuk pembangunan satu buah desa di Kecamatan Karunsen Janang yang dipastikan pada tahun 2011 sudah dimulai perencanaanya.

Camat Karunsen Janang Ristianto Pratomo Sstp, saat ditemui Xkasus di kantornya belum lama ini mengatakan, untuk pembangunan desa yang disetujui adalah desa pemekaran sebanyak 1 buah desa, yaitu Desa Lagan sebagai hasil pemekaran dari Desa Dayu Kecamatan Karunsen Janag Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalteng.
Lebih lanjut Ristianto menuturkan, dengan disetujuinya usulan tersebut, maka bagi desa yang belum memiliki Kantor akan tetap diusulkan pada tahun berikutnya. “mudah-mudahan ditahun depan Desa Simpang Naneng dan Putut Tauluh dapat dialokasikan dananya dari Pemda,” harapnya.
Dijelaskannya juga dengan dibangunnya Desa Lagan pada tahun 2011 sekarang bearti ada dua desa lagi yang belum memiliki Kantor. Dua desa tersebut, adalah Desa Simpang Naneng dan Desa Putut Tauluh dia juga berharap agar dua desa tersebut, pada tahun 2012 sudah memiliki Kantor semua.
Dengan dibangunnya kantor desa di Kecamatan tersebut, maka hendaknya tidak dibayanginya lagi menjadi Kecamatan Pemekaran dan bisa menjadi Kecamatan difenitip. Selain itu lanjut Ristianto sambil menunggu dana pembangunan Kantor Koramil dan Kantor KUA karena di Bartim belum memiliki kantor Kodim maka ucapnya pembangunan Koramil sambil menunggu pembangunan Kantor Kodim.
Dia juga menambahkan untuk pembangunan Kantor Polsek. “Karena wilayah kita ini ada Polres maka untuk pembangunan Kantor Polseknya supaya bisa dibangun juga,” pungkasnya.
Usulan yang masuk dari masyarakat di Kecamatan tersebut, bukan hanya Kantor desa atau KUA dan Koramil saja melainkan banyak usulan masyarakat antara lain menganai Persawahan dan bibit Karet.
Dengan usulan masyarakat tersebut, hendaknya pemerintah daerah bisa membantu demi kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian didaerah tersebut. “ banyak usulan masyarakat selain minta bibit Karet ada juga usulan mengenai rumah ibadah dan usaha permodalan. Seperti pertukangan pembentukan kelompok usaha sipatnya kecil-kecilan hendaknya pemda bisa membantu usaha masyarakat tersebut,” ujarnya.
Disinggung mengenai Musrenbang yang disampaikan oleh m asyarakat dengan adanya Sekolah yang terlantar di Desa Wuran. Dijelaskannya lagi untuk Sekolah yang terlantar memang diakuinya dan sudah ada jawaban dari Diknas setempat bahwa pada intinya sekolah tersebut, pada tahun ajaran baru akan dibuka.
Sekolah yang terlantar tersebut, ucapnya selama sekitar dua tahunan karena daerah tersebut, adalah lokasi baru jadi belum ada penempatan guru. Sekolah itu hanya baru dibangunkan dan yang ada hanya Gedung dan alat Mubelernya saja yang siap pakai.
Selain itu Ristianto juga Klarifikasi atas pemberitaan yang telah dimuat oleh surat kabar Xkasus pada Edisi 179 tanggal 21 Februari 2011. Berita yang berjudul “empat desa belum punya kantor” isi beritanya pada kalimat yang terakhir mengatakan.
“kalau Kecamatan tidak memiliki kantor seperti Kantor Desa, Koramil, Polsek dan KUA itu bukan Kecamatan namanya,” yang benar adalah ujar Ristianto. Kalau Kecamatan sudah semua memiliki Kantor maka Kecamatan tersebut, tidak akan dipandang sebagai Kecamatan Pemekaran lagi melainkan menjadi Kecamatan Defenitip. “karena Kecamatan sekarang baru hasil dari Pemekaran Kecamatan Dusun Tengah maka Kecamatan tersebut,i belum menjadi Kecamatan Defenitip,” jelasnya. (Xkasus/Mjaya

read more...

Selasa, 22 Maret 2011

Tiga Koruptor Berstatus Terdakwa

PELAIHARI -- Korupsi adalah penyakit
akut yang telah menyebabkan
bangsa ini terpuruk. Anehnya,
ia seolah tak bisa dibunuh. Faktanya,
dua orang ditetapkan sebagai
terdakwa baru-baru ini. Keduanya
adalah Drg Yenneke Tanudjaya
dan dr Taufikurrahman Hamdie,
mantan direktur dan mantan Plt
Direktur RSUD Hadji Boejasin
Pelaihari.

Sebelumnya, sudah
diperiksa juga H Abdullah,
mantan Plt Direktur RSUD
Hadji Boejasin, Pelaihari.
Abdullah menjalani pemeriksaan
lanjutan karena ia
diduga melakukan korupsi
pengelolaan dana klaim Askes
tahun 2006/2007. Sidang
dilakukan pada hari Kamis
((17/3/2011) yang lalu.
Baik H Abdullah maupun
Drg Yenneke Tanudjaya
dan dr Taufikurrahman
Hamdie, sekarang status
mereka sama-sama terdakwa.
Mereka diduga kuat
telah melakukan tindakan
yang berpotensi merugikan
Negara karena ulah mereka
yang tidak sesuai dengan
aturan yang berlaku.
Kasus korupsi demi korupsi
terus terjadi. Semakin
lama jumlah pelakunya
semakin banyak dan kerugian
Negara pun bertambah
banyak pula. Tak heran,
Negara ini pernah mendapat
julukan Negara paling korup
sedunia. Sungguh, korupsi
adalah penyakit bangsa dan
Negara yang sangat berbahaya
dan dampak negatifnya
dirasakan oleh semua
lapisan masyarakat.
Tekad memberantas
korupsi dari pemerintah
memang sudah ada sejak
masa reformasi. Sayang,
penegakkan hukum dinilai
sangat lemah dan lamban.
Musuh keadilan dan penegakkan
hukum di negeri ini
pun juga sangat kuat. Mafia
peradilan bahkan sangat
banyak dan kuat.
Negara tak boleh kalah
dan lemah di dalam
menegakkan hukum dan
keadilan. Di samping itu,
juga tidak boleh tebang pilih
seperti yang berjalan selama
ini. Jika hal demikian terus
berjalan maka bangsa dan
Negara ini pasti akan hancur
di masa yang akan datang.
Tiga orang di atas tadi sudah
sepatutnya mendapatkan
hukuman yang setimpal sesuai
dengan Undang-undang.
(Xkasus/sal)
read more...

Kesal Sama Bupati, Tanam Pohon di Jalan


BATULICIN -- Janji adalah utang. Itulah
yang kini ditagih oleh warga Simpangempat
yang tengah menuntut janji Bupati Tanbu
untuk mengaspal jalan raya Batulicin. Bagi
mereka, jalan yang lecek dan becek tentu
sangat tidak nyaman buat transportasi. Kamis
(17/3/2011) lalu, mereka pun melakukan
aksi unik, yakni menanam pohon di
tengah jalan.

Aksi unik dan nekad itu mereka lakukan
karena mereka kecewa dengan Bupati Tanbu
sekarang ini. Akhirnya, demi menumpahkan
kekesalan dan kekecewaan mereka,
ditanamlah pohon papaya, keladi dan jenis
bunga-bungaan. Mereka juga membubuhi
pohon yang mereka tanam tersebut dengan
tulisan: Mohon sumbangan buat perbaikan
jalan.
Puluhan warga dan juga orang yang lewat
di jalan tersebut menyaksikan aksi demo
dengan menanam pohon, keladi, dan bunga
itu. Salah seorang pelaku aksi memberi kesaksian
bahwa dirinya memang kecewa berat
sama Bupati Tanbu. “Sudah lebih seratus
hari jadi Bupati, tapi belum ada rencana
mewujudkan janjinya untuk mengaspal jalan
raya ini,” terang Asyikin, warga setempat.
Jalan raya tentu saja sangat vital bagi
seluruh lapisan masyarakat. Jalan raya juga
indikator paling utama kesuksesan sebuah
pemerintahan daerah atau kota. Kalau jalan
raya yang rusak saja tidak segera dibenahi,
apalagi yang lain, semisal rumah sakit, sekolah,
dan seterusnya.
Sebagai pelayan masyarakat, pemerintah
harusnya tak menunda-nunda apa yang sudah
menjadi kewajibannya bagi masyarakat.
Apalagi kalau itu diucapkan di saat kampanye
kepada masyarakat luas. Tentu itu suatu
janji yang akan selalu diingat oleh mereka.
Memenuhi janji adalah wajib. Inilah yang
diajarkan setiap agama kepada umatnya.
Kalau tidak bisa dipenuhi di dunia maka
akan ditagih diakhirat. Ini jauh lebih berat
lagi konsekuensinya. Pilihan terbaik bagi
Bupati Tanbu, segeralah datangi warga yang
protes dan beri kepastian kepada mereka
kapan jalan raya tersebut hendak diaspal.
(Xkasus/sur)
read more...

Curas Sering Terjadi di Bartim


T. LAYANG -- Pencurian dengan kekerasan
(Curas) masih saja terjadi. Kali ini aksinya dilakukan
di Jln. A. Yani Longkang, Desa Jaar, Kecamatan
Dusun Timur, Kabupaten Bartim dengan
korban H. Taprani bin Jainudin (43) pada Sabtu
(19/02) pukul 04:30 subuh. Ditaksir, korban
mengalami kerugian sebesar Rp 37 juta.

Kejadiannya berawal
ketika korban
memakai mobil jenis
tekap dengan tujuan
mau belanja Kebanjarmasin
untuk membeli
kebutuhan dagangan di
Pasar Tamiang Layang.
Tiba-tiba di tengah jalan
secara spontan ia
diserempit sebuah mobil
jenis Avansa. Mobil
korban pun langsung
terhenti di tempat sepi.
Para pelaku langsung
turun. Jumlahnya
3 orang dan memukul
korban dengan benda
tumpul sampai mengenai
alis korban hingga
berdarah. Korban melarikan
diri menuju
arah Tamiang Layang
dan sampai di SPBU
Longkang, korban langsung
menelpon anak
buahnya, Icun, yang berada di Pasar Panas supaya melaporkan kejadian
tersebut ke polisi.
“Uang yang saya selipkan di bawah ban kedudukan mobil sebesar
Rp 37 juta pun ludes dibawa mereka. Sebenarnya ini yang kedua kalinya
saya mengalami nasib naas. Beberapa tahun yang lalu saya juga
mengalami kejadian yang serupa dengan kerugian sebesar Rp 50 juta
lebih,” terang H. Taprani.
Di tempat terpisah, Kapolres Bartim AKBP Bermen J.P Sianturi Sik
melalui Kapolsek Dusun Timur Iptu Tugiyo usai kegiatan Sosialisasi
Reformasi Birokrasi Polri ke Satker dan Satwil jajaran Polda Kalteng
oleh Biro Rena Polda Kalteng di Aula Mapolres Bartim pada Kamis
(10/03) lalu membenarkan kejadian tersebut.
“Pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) tersebut masih belum
kita temukan karena kita kesulitan melacaknya. Waktu kejadian tidak
ada saksi di tempat kejadian perkara (TKP), hanya satu saksi yang bisa
dimintai keterangan, yaitu Icun, anak buah H. Tabrani,” kata Tugiyo.
(Xkasus/Ali)
read more...

Senin, 21 Maret 2011

Kadistamben Tanbu Meminta Maaf Pada Wartawan


X-Kasus: Tanah bumbu
Dengan acara silahturahmi yang di fasilitasi PWI Tanah bumbu Kepala Dinas Pertambangan (Kadistamben) Ir. Dwijono meminta maaf atas ke salahpahaman pihaknya dengan Wartawan Tanbu Kamis (10/3) di Kantor sekertariat PWI Tanbu.

Dalam acara silahturahmi tersebut dibuka Oleh Hernawan Ketua PWI Cabang Tanah bumbu dihadiri hampir semua wartawan baik dari media cetak maupun elekronik serta serta Kadistamben berserta salah satu staff kantornya.
Dalam kesempatan tersebut Dwijono dihadapan puluhan kuli tinta menyampaikan permintaan maafnya atas sikapnya beberapa waktu lalu yang mengakibatkan beberapa wartawan merasa tersinggung dan seakan dilecehkan ketika bermaksud mengkonfirmasinya.
Setelah terjalin komunikasi tersebut Hernawan Ketua PWI Tanah bumbu Sebagai perwakilan Wartawan tanah bumbu mengatakan bahwa semua pihak sudah saling menyadari kekhilafanya dan sepakat untuk saling memaafkan serta kedepannya akan menjalin komunikasi lebih baik guna menbangun kabupaten Tanah bumbu ini menjadi lebih baik serta menganggap semua permasalahan yang terjadi sudah selesai. (X-kasus/078)
read more...

Para Petani Karet Kembali Merana

KISARAN HARGA 2000 s/d 3000 Rupiah

BARABAI – Sejak krisis Timur Tengah dan bencana gempa Tsunami di Jepang, harga karet pun anjlok. Para petani karet kembali harus kencangkan ikat pinggang untuk penuhi kebutuhan harian. Gambaran ini bisa kita lihat dari kesaksian Asmah (40), petani asal Desa Haruyan Seberang RT 6 Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Diakui oleh Asmah, kini harga karet anjlok lebih dari 70 %. Dari biasanya yang mencapai harga 13.000 kini turun drastis menjadi 2.000 sampai 3.000 per kilogram. “Sejak sepekan lalu, tepatnya sejak Jum’at (11/3/2011) yang silam harga karet turun drastis,” keluh Asmah.
Asmah sendiri hanya bisa pasrah saja dengan harga karet yang demikian. Apalah daya dia sebagai seorang petani karet kecil. Ia sendiri juga tak mungkin menyimpan getahnya dan menunggu harga tinggi seperti semula. “Kalau getah karet kami simpan, tentu kami tidak bisa makan,” tambahnya lagi.
Sebagai orang kecil ia pun sudah mencoba mencari tahu penyebab anjloknya harga getah karet ini. Kepada para pengumpul pun ia bertanya juga. Tapi ia merasa tidak ada jawaban yang mamadai. Bahkan ketika dijawab bahwa semua ini gara-gara gempa Tsunami di Jepang, ia merasa ragu. “Masak sih karena gempa Tsunami,” kata Asmah ragu.
Di lain kesempatan, Manajer produksi perusahaan pengolahan karet Dharma Jaya Kalimantan, Masadi, menyatakan bahwa anjloknya harga karet sekarang karena adanya pengaruh pasaran internasional. “Kini sedang terjadi penurunan pasaran karet internasional. Akibatnya, stok karet dalam negeri menumpuk,” terang Masadi.
Apa pun penyebabnya, tentu anjloknya harga karet ini menjadi pukulan berat bagi para petani karet di negeri kita. Pemerintah bisa ambil kebijakan dalam hal ini. Misalnya dengan membeli karet para petani karet dengan harga yang relatif tinggi sehingga harga karet tidak ditentukan oleh pasar yang kapitalistik. Dengan demikian, para petani karet akan tetap bisa eksis dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Humas HST)

read more...

Harga Pupuk Naik, Petani Pun Menjerit

MARTAPURA – Dalam sistem ekonomi kapitalistis, rakyat kecil akan selalu ditindas. Apalagi para petani padi dan sayuran. Faktanya, para petani sayur di Kawasan Jalan Kurnia, Sukamara serta Golf, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru sekarang menjerit karena harga pupuk kandang yang terus naik.

Dalam pengakuan salah seorang petani bisa dibaca bagaimana keluh kesah mereka sebagai petani kecil ini. “Saya sangat terpukul dengan naiknya harga pupuk kandang sekarang ini. Sementara harga sayur yang kita jual sangat murah,” keluh Mariono dengan perasaan sangat sedih.
Meski naiknya pupuk kandang tersebut tidak drastis, tapi semua itu bagi Mariono dan kawan-kawan sama saja dengan mencekik batang leher mereka. Andai kenaikan harga ini diimbangi dengan kenaikan hasil penjualan sayuran, tentu itu masih lumayan. Tapi yang terjadi sebaliknya. Harga pupuk terus naik bahkan kini mencapai Rp 17 ribu perkarung. Sedang harga jual sayur dari mereka kepada pasar sangat rendah.
Harga pupuk sejumlah Rp 17 ribu tadi jika dibeli di peternakan ayam dengan jumlah yang banyak. Kalau belinya eceran malah lebih tinggi lagi, yakni mencapai Rp 20 ribu rupiah perkarung pupuk. Demikian keterangan dari Mariono soal harga pupuk kandang yang bagi dia dan teman-temannya tentu sangat memusingkan.
Memang sudah bukan cerita baru kalau petani di negeri ini menderita. Nasib mereka memang jauh berada di bawah. Semua ini jelas karena lingkaran setan dari sistem ekonomi kita yang kapitalistis yang akan terus menindas masyarakat kita. Siapa pengendali sistem ekonomi ini? Jawabnya jelas kaum Yahudi.
Tak ada solusi (jalan keluar) bagi bangsa dan Negara Indonesia kecuali melawan dominasi kaum kapitalis yang kini seluruhnya ada di tangan kaum Yahudi. Hal demikian jarang dikemukakan di depan umum. Tapi siapa pun yang menelaah lebih jauh dan mendalam maka jawabannya akan ketemu di situ. (Xkasus/das)

read more...

Lampu Hias Kota Terbakar


AMUNTAI – Terbakarnya lampu Hias Pembatas jalan yang berada di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) di Jalan Jend. A. Yani Kecamatan Amuntai Tengah Kab. HSU ini menjadi tontonan bagi pengguna jalan yang kebetulan melintas di jalan tersebut.

Mereka tidak ada yang berani bertindak, selain apinya berada di puncak tiang, juga karena tidak adanya peralatan yang mendukung untuk memadamkan api tersebut, kalo hanya bermodal kan berani, api tersebut tidak akan padam, tanpa di bantu peralatan dan tehnik tertentu.
Satuan Polisi Pamong Praja yang memang berada di pos jagaan nya itu langsung memutuskan aliran listrik lampu tersebut untuk menghindari konslet ke lampu hias yang lainnya. dengan sigap mereka berhasil memadamkan api tersebut. Belum di ketahui pasti penyebab terbakarnya lampu tersebut, kemungkinan besar arus pendek (konsleting) yang terjadi pada aliran listriknya.
Seharusnya dari Pemkab melakukan pemeriksaan rutin(maitenance) terhadap aset daerah yang di pergunakan untuk khalayak banyak termasuk lampu hias yang berfungsi memperindah kota, sehingga kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, beruntung peristiwa tersebut tidak memakan korban atau membahayakan pengguna jalan. Belum diketahui berapa kerugian yang di derita oleh Pemkab sehubungan dengan rusak lampu hias tersebut. (Xkasus/Ayie)

read more...

Rumah Bandar Kupu diGrebek Polisi

KOTABARU – Judi seolah tak ada matinya. Kian lama kian banyak pelakunya. Kini yang menjadi buron adalah Fj, warga Jalan Nelayan, Kotabaru, yang diduga kuat sebagai Bandar kupon putih. Ia melarikan diri saat penggerebakan. Hanya Dani Saputra alias Dani (43), yang bisa ditangkap di rumahnya di Jalan H Agus Salim.

Dalam pengakuan Dani, Fj adalah Bandar judi togel tersebut. Karena itu, pihak kepolisian segera menetapkan sebagai tersangka kedua selain Dani tentunya. “Kami sedang memburunya berdasarkan laporan Dani. Ia menjadi Bandar togel yang dijual oleh Dani,” terang Kasatreskrim AKP Wendi Otneil.
Dani sendiri tak berkutik saat ditangkap. Sebab ia memang sedang merekap angka yang dipasang pembeli yang rencananya akan diantar ke Fj sebagai bandarnya. Dengan bukti nyata tersebut, segera jajaran petugas menangkap dan membawa Dani ke kantor kepolisian setempat.
Masyarakat tentu berharap jajaran kepolisian dapat segera menangkap Fj sebagai Bandar judi togel berupa kupon putih ini. Jika tidak maka ia sangat mungkin akan membuka praktek haram itu di tempat yang berbeda dan jauh dari tempat semula.
Judi memang penyakit masyarakat yang sudah tua umurnya. Sudah sangat jelas bahwa judi ini merusak dan karena itu haram dilakukan baik berdasarkan agama maupun hukum Negara. Dari segi moral pun judi ini tidak baik karena akan merusak jiwa dan hati pelakunya. Apalagi dari sisi keuangan, jelas sangat merugikan.
Karena itu, segenap masyarakat harus ikut mendorong pemberantasan judi dan semua jenis penyakit masyarakat, termasuk narkoba, seks bebas, pencurian dan perampokan, dan seterusnya. Sudah sangat banyak penderitaan bangsa ini, apalagi ditambah dengan aneka penyakit yang jelas-jelas merusak. (Xkasus/lks)

read more...

Dilema Antara Uang dan Kesadaran Hukum

BANJARBARU – Penambangan ilegal (tanpa surat izin yang sah) tentu saja salah secara hukum dan moral. Sayangnya, hal ini tidak disadari oleh sebagian warga yang hingga kini masih menambang di di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Mereka tak peduli hukum. Mereka tak peduli kerusakan alam dan lingkungan.

“Memang intensitasnya sudah berkurang, lantaran aksi penertiban yang dilakukan oleh aparat, tapi masih ada sebagian yang melakukan penambangan liar di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam ini,” terang Manajer PLTA Riam Kanan, Ir Kardoyo.
Akibat penambangan liar yang dilakukan oleh sebagian warga tersebut maka Kawasan Hutan Tahura yang terletak di Gunung Maluau, Desa Bunglai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalsel ini pun mengalami kerusakan parah. Para pelaku tetap membandel dengan alasan mencari uang buat makan. Dari emas yang mereka dapatkan, mereka pun bisa menghidupi keluarga mereka.
Para penambang memang tidak menggunakan alat yang canggih. Mereka menggunakan alat-alat tradisional yang bersifat ala kadarnya. Karena itu, hasil yang diperoleh pun memang tak banyak, tapi bagi mereka itu sangat cukup buat keperluan dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Memang serba dilematis menghadapi persoalan yang demikian ini. Lagi-lagi, masalahnya adalah uang dan kebutuhan hidup. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan pekerjaan baru bagi mereka dengan membuka usaha-usaha yang sah dan halal kalau pemerintah ingin mereka tidak lagi menambang di sana.
Dilarang seribu kali pun kalau mereka tidak ada ladang usaha yang baru maka mereka akan tetap melakukan penambangan liar ini. Hal ini bukan sekadar masalah kesadaran hukum, tapi sudah menyangkut masalah yang sangat mendasar, yakni kebutuhan perut. Antara perut dan hukum pasti akan menang urusan perut. Karena itu, harus ada sikap dan tindakan yang bijak dari pemerintah setempat. (Xkasus/jai)

read more...

Satpol PP Tegur Pemasang Reklame Tanpa Izin

AMUNTAI – Pemasangan Reklame(Spanduk atau baliho) harus mengantongi izin dari kantor terkait, hal ini di sampaikan oleh Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H.Syahdillah, S.Sos.M.Si, yang mengharuskan kepada setiap perorangan ataupun kelompok untuk memiliki izin reklame yang dipasangnya.”baik itu tujuannya himbauan atau bersifat sosial, apalagi yang sifatnya perorangan atau pribadi, mereka harus mengantongi izin dari Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) dan itu semua sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Satpol PP HSU Drs. H.Hamdani, terkait dengan Baliho atau Spanduk yang tidak memiliki izin menjelaskan, pihaknya tidak melarang seseorang ataupun kelompok untuk memasang spanduk atau baliho selama itu tidak melanggar aturan yang berlaku.
Tapi sebagai Polisi dilingkungan pemerintahan,kami akan menindak tegas jikalau ada spanduk dan baliho yang terpasang tapi tidak mengantongi izin, pihaknya akan menegur pemasang atau pemilik reklame, dan diminta agar menurunkan sendiri.”sampai batas waktu yang di tentukan jika peringatan kami tidak di indahkan, kami akan bertindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,”tegasnya.
Semakin banyak nya perusahaan yang berinvestasi di HSU, semakin banyak pula promosi-promosi yang mereka lakukan, sebagai warga negara yang baik, kita harus patuh pajak, dan kita harus ikut membangun dengan tepat dalam membayar pajak.(Xkasus/Ayie).

read more...

Penjual Sabu Diamankan Polres Balangan

PARINGIN -- Seorang laki-laki berinisial S (21) di desa Teluk Karya, Lampihong karena membawa satu paket sabu – sabu diamankan jajaran kepolisian Sat Narkoba Polres Balangan setelah melakukan under cover pada hari Rabu kemarin sekitar jam 14.00 wita.

Setelah diadakan pengembangan maka diperoleh keterangan bahwa barang haram tersebut telah diperoleh tersangka dari seorang bandar sabu yang bernama Abuk atau persisnya berada di Sungai Malang, Amuntai. Akan tetapi ketika Sat Polres Balangan bekerjasama dengan Polres Amuntai untuk menyambut bandar sabu kelas kakap tersebut ternyata yang bersangkutan telah mencium datangnya pasukan keamanan itu sehingga pada saat itu juga berhasil meloloskan diri alias kabur.
Paket sabu yang berhasil disita petugas keamanan itu disimpan didalam bungkus rokok jenis LA yang berwarna hijau. Menurut pengakuan pelaku pada awalnya dia membawa ½ gram paket sabu dengan harga Rp 1.200.000,-. Kemudian barang itu dibagi dua oleh pelaku dengan harga masing-masing tiap ¼ gramnya dengan harga Rp 800.000,- sehingga keuntungannya menjadi Rp 400.000,- perpaket.
Satu paket pertama telah dijual kepada Fahri warga kabupaten Balangan sedangkan paket yang kedua menyebabkan dirinya meringkuk di sel Polres Balangan karena ternyata pembelinya adalah dari satuan kepolisian sehingga dia tidak dapat berkutik lagi ketika barang bukti tersebut sudah berpindah tangan.
Dari hasil penangkapan tersebut jajaran Polres Balangan berhasil mengamankan barang bukti berupa : 1 paket sabu seberat ¼ gram; sebuah motor Suzuki Thunder 125 CC warna biru dan 1 buah HP jenis Nokia.
Dari penangkapan tersebut tersangka mengaku beralamat di Jalan Jermani Husein Rt. 02 kecamatan Lampihong dan dalam kesehariannya mempunyai mata pencaharian sebagai petani karet. Kapolres Balangan AKBP Helfi Assegaf SH SIK ketika dikonfirmasi Xkasus melalui jalur Kasad Narkoba AKP Puryanto membenarkan adanya penangkapan tersebut. (xkasus/wp)
read more...

Tiga Kecamatan Masuk Kawasan HTI

RANTAU -- Tiga kecamatan di Kabupaten Tapin menjadi kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI). Kecamatan tersebut adalah kecamatan Piani, Bungur dan Loktabat. Ketiga kecamatan ini, dikelola oleh PT Dwima Intiga, namun sebelum dikelola, pihaknya masih menunggu Surat Keputusan dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia mengenai penunjukan pengelolaan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapin, Ir Sufian Noor. Menurutnya, berdasarkan surat dari Dirjen Pusat Kehutanan, untuk mengolah kawasan hutan di Wilayah Kabupaten Tapin, dengan luas areal 1.950 hektare telah diserahkan kepada PT Dwima Intiga, yang berpusat di Jakarta.
Kendati sudah diketahui katanya, pihak Dwima belum menyerahkan surat tersebut, sehingga pihak kehutanan kabupaten sukar untuk melakukan pemantauan. Pria yang akrab disapa dengan Ufi ini mengatakan, perusahaan belum menyampaikan SK tersebut ke Dinas Kehutanan Tapin, oleh sebab itu dinas kehutanan sukar untuk melakukan pemantauan lahan, disamping itu SK tersebut merupakan bukti, apakah benar kewenangan tersebut diberikan sesuai luasan lahan.
“Kita berharap, pihak perusahaan dapat menjelaskan keberadaan SK tersebut, terutama hasil untuk pemanfaatan lahan. Jika sudah mendapatkan penjelasan maka pihak kehutanan akan serius menanganinya, apalagi jika SK tersebut sudah ditembuskan kepada Pemerintah Kabupaten Tapin,”ujarnya.
Mantan Camat Tapin Utara ini juga mengatakan, bahwa setiap ada perubahan fungsi kawasan hutan harus dijelaskan, terutama mengenai nilai strategis dan manfaatnya secara komprehensif, sehingga diketahui mana yang masuk kawasan hutan lindung dan mana yang masuk kawasan hutan Industri, serta mana pula kawasan hutan yang masih dapat digarap.
Diterangkannya, kawasan hutan di wilayah Kabupaten Tapin yang termasuk dilindungi terdiri dari APL 190.323 hektare, Hutan Lindung 10.970 hektare, Hutan Produksi 7.117 hektare, Hutan Produksi Komersil 6.758 hektare, Hutan Produksi Terbatas 961 hektare. Dengan jumlah keseluruhan, seluas 216. 970 hektare, hal itu sesuai dengan peta RT/TW Propinsi Kalimantan Selatan pada lampiran SK Menteri Kehutanan No.425/Menhut/112009,3,751.687 hektare. (Xkasus/jkt)

read more...

Kodim 1008 Kirim Gruop Musik Panting Ikuti Lomba

Komando Distik Militer (Kodim) 1008 Tanjung mengikutsertakan group musik panting dari Bentangis Kelurahan Agung dalam lomba musik panting tingkat provinsi Kalimantan Selatan yang digelar oleh Komando Resrt Militer (Korem) 101 Antasari di Banjarmasin. Pagelaran lomba musik panting tersebut merupakan upaya dari Korem 101 Antasari dalam rangka kelestarian salah satu seni budayanya orang Banjar.

Hal itu dijelaskan Komandan Kodim 1008 Tanjung Letnan Kolonel Infantri Bambang Indrayanto kepada Xkasus usai memberangkatkan group musik panting dari Bentangis, di Kodim 1008 Rabu (16/3) lalu.
“Kita ingin agar semua seni budaya orang Banjar yang ada sejak dulu bisa terus dipertahankan kelestariannya. Apalagi kita ketahui bersama sekarang ini seiring dengan kemajuan zaman banyak sekali seni budayanya orang Banjar, khususnya di Tabalong yang sudah tenggelam dan tersisihkan; di antaranya seni Budaya silat Kuntaw, wayang gong, wayang kulit yang sudah tidak nampak lagi dalam setiap even maupun pada acara-acara kegiatan hiburan di masyarakat, padahal semua itu banyak mengandung ajaran nilai-nilai positif dalam kerukunan, keakraban dan kehidupan orang Banjar,” papar Bambang.
Oleh karena itu, Kodim 1008 Tanjung menurut Bambang Indrayanto bersedia menjadi pembina terhadap group musik panting yang ada di Kelurahan Agung, di mana pengurus sanggar musik panting Bentangis Merry telah menyampaikan permintaan kepada Kodim 1008 untuk menjadi pembina dan rencananya tempat pelatihan setiap hari Minggu juga akan mengambil tempat di Kodim 1008. (Xkasus/via)
read more...

Wabup Tanbu Buka Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu

BATULICIN – Dalam rangka meningkatkan produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Tanah Bumbu, maka para petani diberikan materi pengendalian hama melalui Sekolah Lapangan Penanggulangan Hama Terpadu (SL-PHT), Rabu (16/3) di Desa Pakatellu Kecamatan Kusan Hilir.

SL-PHT tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Difriadi Darjat dengan menyerahkan bahan belajar dan bahan pengendalian hama kepada salah satu petani.
Selain dihadiri Wakil Bupati, SL-PHT tersebut juga dihadiri oleh Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPTPH) Propinsi Kalimantan Selatan Ir. Aus Al-Kautsar, Asisten II Tanbu, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan Kab. Tanbu Ir. Edwar Thurrahman.
Kepala BPTPH Prop Kalsel, Ir. Aus Al-Kautsar, mengatakan untuk meningkatkan tanaman pangan dan menghasilkan tanaman yang berkualitas dan sehat tentunya kita juga harus memperhatikan tanaman agar tidak terserang hama.
Untuk itulah petani harus mengetahui bagaimana cara melindungi tanaman dari serangan hama tersebut. Salah satunya dengan memberikan pupuk serta sering mengamati tanaman agar hama penyakit tidak berkembang.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanbu H. Difriadi Darjat, mengatakan dengan adanya Sekolah Lapangan Penaggulangan Hama Terpadu ini diharapkan produksi tanaman pangan di Kabupaten Tanah Bumbu dapat meningkat. (rel)
read more...

Liga Pendidikan Indonesia Kab. Tanah Bumbu Berjalan Sukses

BATULICIN - Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kabupaten Tanah Bumbu yang diselenggarakan di Pagatan Kecamatan Kusan Hilir berjalan dengan sukses.

LPI yang dilaksanakan di kota pariwisata, pelajar, dan olahraga Pagatan Kecamatan Kusan Hilir tersebut ditutup oleh wakil Bupati Tanah Bumbu H. Difriadi Darjat sekaligus menyerahkan piala kepada pemenang, Kamis (17/3) dilapangan sepakbola 7 pebruari pagatan.
Selain menyerahkan piala, sebelumnya Wakil Bupati Difriadi Darjat bersama Ketua DPRD Tanbu Burhanuddin, kapolres tanbu, danramil kusan hilir, dan camat kusan hilir menyaksikan pertandingan final antara smpn 1 kusan hilir melawan smpn 2 kusan hilir untuk kategori smp dan man tanah bumbu melawan smk tanah bumbu.
Ismanto, Kabid olahraga pada dinas pendidikan pemuda dan olahraga kab. Tanah bumbu mengatakan lpi yang dilaksanakan ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di kabupaten tanah bumbu.
''lpi ini sudah 2 tahun berjalan, namun untuk kabupaten tanah bumbu baru pertama kali melaksanakan yaitu tahun 2011, karena tahun 2010 yang lalu terbentur dengan kesiapaan dari panitia, sehingga tidak bisa melaksanakan'' ujarnya.
LPI yang diselenggarakan ini merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Tanah, pengcab pssi, dan koni kab Tanah Bumbu dengan tujuan mencari bibit pemain sepakbola.
Sedangkan peserta yang mengikuti untuk kategori smp sebanyak 10 sekolah dan untuk kategori sms sebanyak 16 sekolah.
''animo sekolah untuk mengikuti LPI ini begitu antusias, namun dari begitu banyaknya sekolah di tanbu, yang memenuhi syarat cuma 10 smp dan 16 sma'' ujarnya.
Kedepannya, diperkirakan LPI Kab. Tanah Bumbu akan lebih meriah dengan banyaknya peserta yang mengikuti.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Difriadi Darjat, mengucapkan selamat kepada pemenang yang berhasil menjadi juara memperebutkan piala bupati dan akan berjuang di piala gubernur nantinya.
selain itu, Wabup juga bangga menyaksikan pertandingan sepakbola yang dilaksanakan ini sangat menjunjung sportifitas dan menampilkan kualitas permainan yang terbaik.
Wabup juga meminta kepada pembina sepakbola agar anak-anak ini dilatih terus supaya menjadi pemain bola yang berbakat.
Pada penutupan LPI Kab. Tanah Bumbu telah menghasilkan juara yaitu Kategori SMA Juara 1 smkn Tanah Bumbu, juara 2 man Tanah Bumbu, dan juara 3 smkn 1 simpang empat.
Sedangkan kategori SMP, Juara 1 SMPN 1 Kusan Hilir, Juara 2 SMPN 2 Kusan Hilir, dan Juara 3 SMPN 1 Sungai Loban. (rel)

read more...

Wakil Bupati Tanbu Tutup Secara Resmi FASI Tingkat Kecamatan Satui

BATULICIN - Kegiatan Festival Anak Saleh ( Fasi ) ke VIII Tingkat Kecamatan Satui merupakan wadah untuk mempersiapan generasi muda Muslim agar menjadi generasi yang beriman dan berakhlakulkarimah.

Oleh karenanya kegiatan positif semacam ini dimasa mendatang perlu dikembangkan dan ditingkatkan, demikian di Katakan Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Difriadi Darjat saat memberikan sambutan pada acara penutupan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) ke VIII Tingkat Kecamatan Satui, Selasa (15/3) malam, di Masjid Raudatul Jannah, Satui.
Selain itu, menurut Wabup, kita sadari sebagai orang tua menghendaki anaknya kelak dapat menjadi anak yang saleh dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Sebab, didalam Islam Al-qur’an menerangkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat memberikan manfaat baik untuk orang lain dan juga bermanfaat untuk orang lain.
Sementara itu, penutupan Festival Anak Saleh Indonesia Tingkat Kecamatan Satui berlangsung meriah dengan diserahkannya piala kepada pemenang oleh Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Difriadi Darjat serta Camat Satui Eryanto Rais,SH.
Kegiatan FASI tersebut dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 12- 15 Maret 2011 dan diikuti peserta sebanyak 10 desa se-Kecamatan Satui.
Adapun jenis yang dilombakan diantaranya cerdas cermat alquran, lomba pidato bahasa Indonesia dan inggris, lagu islami ( Nasyid ), lomba puisi, rebbana, serta Tilawatil Quran tingkat TK/TPA.
Dalam Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) ke VIII tingkat Kecamatan Satui, Desa Sungai Cuka meraih juara umum. Sedangkan untuk pawai Taaruf terbaik I diraih Desa Sungai Danau, terbaik II diraih desa Makmur Mulia, dan juara III diraih Desa Setarap. (rel)
read more...

Siang Terminal, Malam Pasar Wadai

PARINGIN -- Dalam rangka mewujudkan pusat jajanan yang tampil beda dengan kabupaten lain, Pemkab Balangan bekerjasama dengan Disperindagkop, Dinas Pasar, Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata menata terminal Paringin menjadi Pasar Wadai tiap malam hari.

Bupati Balangan Ir. H. Sefek Effendy ME ketika membuka Pasar Wadai tersebut menghimbau kepada para pedagang PKL supaya menyamakan cat gerobaknya agar terlihat rapi. Dalam penataan pasar wadai kedepannya akan diadakan panggung hiburan untuk menampung kreasi warga Balangan misalnya karaoke, band atau kesenian daerah digelar seminggu atau sebulan sekali yang disponsori BPD Kalsel.
Menurut Sekretaris Disperindag M Irwan Laponi ST mengatakan bahwa cara tersebut ditempuh dengan tujuan supaya kota Paringin terlihat ramai. Dalam pada itu pihaknya telah bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup dan kebersihan (BLH) dan seluruh SKPD supaya mendukung program tersebut.
Sedangkan menurut Ari (30) warga Paringin mengatakan bahwa keuntungan para pedagang mami di terminal itu sangat banyak, bahkan bisa menyaingi pendapatan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
”Diantara mereka ada yang keuntungannya dalam sehari mencapai Rp 350 ribu,- sehingga dalam sebulan mencapai Rp 10 juta,-. Sampai sekarang sudah ada yang punya mobil dan membeli rumah serta membuka cabang di mana-mana,” katanya.
Besarnya omset berbisnis mami menyebabkan banyak pedagang ingin bergabung. Namun berhubung tempatnya terbatas menyebabkan dinas terkait menyetop keinginan warga tersebut. Sementara ini tercatat di Disperindagkop jumlah pedagang PKL di terminal Paringin berjumlah 21 gerobak yang terdiri dari pedagang makanan berat sebanyak 11 rombong dan penjual minuman sejumlah 10 buah. Dalam acara tersebut Bupati juga melantunkan lagu Balangan Sayang, dilanjudkan pementasan Kapolres Balangan Helfi Assegaf, Kepala Disperindagkop Rudiansyah Sofyan, dan para kepala SKPD hingga larut malam. (xkasus/wp)
read more...

Polres Balangan Gelar Operasi Pekat

PARINGIN – Dalam rangka memberantas penyakit masyarakat (pekat) sampai ke akar-akarnya Jajaran Polres Balangan menggelar Operasi Pekat di halaman kantor Mapolres pada hari Selasa (8/3) sekitar jam 11.00 wita.

Kegiatan operasi tersebut diikuti oleh personil gabungan dari Serse Intel, Satreskrim, Satsamapta, Satlantas dan Satbinmas yang jumlahnya mencapai sekitar lima puluh personil.
Adapun sasaran yang dicapai dari razia itu adalah untuk memeriksa kelengkapan kendaraan bagi setiap pengguna jalan raya yang melintas di depan kantor polisi baik itu roda 2, roda 4 maupun lebih.
Kapolres Balangan AKBP Helfi Assegaf, SH.Sik melalui Kabag Ops AKP Dedy Ardiansyah ketika ditemui Xkasus pada hari Kamis (10/3) menjelaskan bahwa pihaknya beserta semua fungsi yang ada telah menggelar razia pekat tersebut.
Sedangkan bentuk kegiatan tersebut adalah setiap jenis kendaraan yang melintas kemudian digiring masuk ke halaman kantor Mapolres untuk diperiksa surat-suratnya dan semua barang bawaannya.
Adapun pada saat razia tersebut yang terkena tilang sebanyak 10 unit kendaraan bermotor, untuk roda 4 sebanyak 1 unit, roda 2 ada 6 unit yang tidak membawa STNK untuk roda 4 ada 1 unit dan yang tidak membawa STNK untuk pemakai roda 2 adalah sebanyak 3 unit.
Dalam kesempatan tersebut juga diadakan penyuluhan bahwa, dalam mengendarai kendaraan jangan lupa membawa SIM dan STNK serta memakai Helm Standar depan dan belakang bagi kendaraan roda 2, sedangkan untuk pemakai roda 4 juga harus membawa surat-surat tersebut dan memakai sabuk pengaman demi kelancaran dan keselamatan ketika berada di jalan raya.
Di dalam melaksanakan operasi pekat baik razia senjata tajam maupun pelanggaran lainnya, sifat jadwal waktunya berdasarkan perintah dari Kapolres sehingga kapanpun dan dimanapun baik siang maupun malam Kabag Ops AKP Dedy Ardiansyah menyatakan siap. (Xkasus/wp)
read more...

Masyarakat dan Dinas Kesehatan Harus Sama-sama Aktif

BARABAI – Kesehatan sangatlah penting diperhatikan. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Itulah alasan mengapa Dinas Kesehatan Kabupaten HST sungguh berharap kepada masyarakat HST agar sering mengecek kesehatan bayi dan balitanya di Polindes atau Posyandu.

Kepala Dinkes HST Hardi Basuki menyatakan bahwa pihaknya menghimbau dengan sangat agar para orang tua datang ke Posyandu. “Rajin-rajinlah ke Posyandu untuk konsultasi ke dokter yang ada yang sudah siap sedia di Posyandu,” papar Hardi.
Himbauan ini dilakukan agar tidak ada bayi atau balita yang menderita sakit. Apalagi lantaran gizi buruk. Selama ini, banyak bayi menderita gizi buruk karena berbagai macam penyebab, di antaranya karena orang tuanya yang tidak aktif datang ke Posyandu untuk konsultasi masalah yang diderita bayi dan anaknya. “Banyak balita yang tidak mendapat susu dan asupan makanan tambahan lantaran orang tuanya yang kurang peduli masalah kesehatan anaknya,” tambahnya.
Biasanya, kesehatan itu terasa sangat penting ketika seseorang merasakan sakit apalagi sampai dirawat di rumah sakit. Seringkali sakit yang diderita sudah akut alias parah sekali. Akibatnya, proses penyembuhan pun terasa sulit. Benarlah pepatah lama, mencegah lebih baik dari mengobati seperti yang disampaikan di atas tadi.
Pada masa sekarang, zaman sudah modern dan dunia medis atau kedokteran juga sudah kian pandai dan terampil di dalam menangani dan mengobati pasien. Karena itu, sangatlah disayangkan kalau ada seorang bayi atau anak sampai menderita karena penyakit yang diderita olehnya.
Pola pikir masyarakat tentang penyakit pun juga penting untuk diubah, dari pola pikir tradisional ke pola pikir modern. Hendaknya juga sebuah penyakit jangan dipandang sebagai masalah sepele dan bisa diobati ala kadarnya. Karena itu, sikap pro aktif dari masyarakat sangat penting dalam hal ini.
Demikian juga Dinas Kesehatan di suatu daerah. Hendaknya mereka bersikap pro aktif, jemput bola dengan cara mendatangi masyarakat ke kampung-kampung. Tanya Ketua RT adakah warganya yang sakit. Dengan cara pro aktif semacam ini maka penyakit yang diderita seorang anak manusia akan bisa ditangani secara cepat. (Humas HST)
read more...

Penyuluhan Narkoba di SMAN 1 T. Layang

T. LAYANG – Kepala Satuan Bimbingan Masyarakat Kasat Binmas Polres Bartim, Iptu Hudiono C Agoeh, mengatakan belum lama ini, pihaknya sudah melakukan penyuluhan Narkoba ke beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Bartim. Salah satunya dilaksanakan pada hari Selasa (8/3) lalu yang bertempat di SMAN 1 Tamiang Layang.

Dikatakan Hudiono, penyuluhan yang dilakukan di sekolah tersebut adalah untuk memberikan bimbingan dan masukan kepada para siswa supaya bisa menjauhi yang namanya Narkoba. Sebab narkoba bukan saja merusak moral dan mental melainkan bisa menghancurkan generasi muda yang ada sekarang ini.
Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Pematang Karau ini menjelaskan, banyak sudah kasus yang terungkap oleh jajaran Sat Res Narkoba Polres Bartim. Barangkali karena Bartim termasuk daerah yang baru berkembang sehingga masyarakat yang ada di Bartim ini ingin mencoba narkoba.
Lanjutnya, masyarakat boleh saja mengetahui apa sebenarnya Narkoba, tetapi jangan sampai mencobanya. Karena sangat berbahaya. Hal-hal yang sering terjadi di daerah Bartim sekarang bukan saja Narkoba melainkan juga semacam obat-obatan dan sejenis minuman oplosan juga semakin marak dikonsumsi kalangan remaja.
Seperti, ujarnya, obat Deksto, alkohol dan lain-lain minuman seperti itulah yang sering dioplos oleh anak muda sekarang. “Minuman oplosan seperti itulah yang banyak merenggut nyawa bagi yang mengkonsumsinya. seperti yang pernah dialami oleh warga Tamiang Layang; dia mati akibat minuman oplosan yang diminumnya,” ujarnya. (Xkasus/Mjaya)
read more...

Tata Batas Bartim-Barsel Perlu Didukungan

T. LAYANG -- Bupati Bartim, Drs H. Zain Alkim, memimpin rapat Pertemuan Forum Masyarakat Bartim bersatu pada Selasa (15/03) lalu di Ruang Rapat Bupati Bartim. Rapat ini digelar sebagai upaya untuk menyikapi masalah tata batas antara Bartim dan Barsel.

“Ini masalah mempertahankan hak-hak wilayah kita yang telah bergeser dan sangat merugikan wilayah Kabupaten Bartim yang berkurang 842,83 Km2. Karena itu, pemerintah pusat harus bijak dalam mengambil keputusan. Kalau keliru mengambil keputusan maka akan berdampak pada masyarakat kecil,” tegas Bupati.
Bupati juga menyatakan bahwa penanganan masalah ini telah dapat dukungan banyak pihak. “DPRD Kabupaten Bartim siap memberikan dukungannya secara politis. Polres Bartim pun pada prinsipnya mendukung penyelesaian tata batas Bartim-Barsel ini selama kita mematuhi aturan-aturan yang berlaku di negara kita dan kita tetap mempertahankan hak-hak wilayah kita,” pungkas Zain Alkim.
Sementara itu, Sekretaris exsekutif Forum LSM Se-Bartim Hardy C Agoeh mengatakan: “Kami dari forum LSM se-Bartim menyatakan sikap, yakni meminta kepada Bapak Gubernur Kalteng supaya turun ke lapangan untuk meninjau langsung batas-batas Kabupaten Bartim-Barsel,” terang Hardy.
Masih lanjut Hardy, titik strategis seperti jalan Ampah-Muara Tewe, jalan Ampah-Buntok, jalan Paju Epat-Bengkoang dan jalan PT Adaro-Kelanis akan dipasang spanduk yang isinya memberikan informasi yang benar kepada seluruh elemen masyarakat, terutama Bartim dan Barsel tentang permasalahan tata batas tersebut.
Pria yang hoby musik ini juga menambahkan penjelasan: “Kita akan memasang patok semi permanen di perbatasan tersebut dengan disertai surat pernyataan antara desa yang berbatasan,” pungkas Hardy. (Xkasus/Ali)
read more...

Pemda Bartim Tandatangani MoU

T. LAYANG -- Kepala Bank Pembangunan Kalteng Cabang Tamiang Layang, Yulianson SM,n melalui Pjs Admistrasi & Umum Ernan Kurniato ketika ditemui Xkasus di kantornya belum lama ini mengatakan bahwa pada tahun 2009 yang lalu laba yang terkumpul dari tabungan Simpeda dan Taheta sebesar Rp 9.248,969 M. Sedang pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp 10.721.710 M.

Masih lanjut Ernan, sekarang kesadaran masyarakat Bartim sangat tinggi untuk menginvestasikan dananya ke Bank Pembangunan Kalteng. Sehingga setiap tahun jumlah nasabah dan laba uang di Bank Kalteng pun mengalami peningkatan terus.
“Apalagi dengan adanya jasa anjungan tunai mandiri (ATM) di Bank Pembangunan Kalteng, masyarakat Tamiang Layang sangat antusias untuk menggunakan jasa ATM. Hal ini bisa dilihat dari satu bok peti uang di mesin ATM yang isinya sebesar Rp 200 juta hanya dalam setengah hari sudah habis,” terangnya lagi.
Pria yang akrab denga wartawan ini menambahkan, untuk penyaluran KUR tahun 2010 PT Bank Pembangunan Kalteng Tamiang Layang yang dipercayakan dari Pemerintah untuk menyalurkan KUR sebesar 1,1/5 M. Semuanya sudah tersalurkan, yaitu Daerah Tamiang Layang sebesar Rp 1,510,000,000 sedangkan daerah Ampah yang tersalurkan sebesar Rp 476,000,000.
“Jadi, untuk penyaluran KUR pada tahun 2011 ini hanya pada tingkat surpe saja sedangkan berapa besar anggaran dana KUR yang akan disalurkan Pemerintah melalui kerjasama dengan PT Bank Pembangunan Kalteng Tamiang Layang masih belum diketahui besaran dana yang akan disalurkan,” pungkas Ernan. (Xkasus/Ali)
read more...

Kamis, 17 Maret 2011

Pengakuan Pembunuh Bayaran dan Kesaksian Isteri Korban (Bagian ke III)


Membunuh Atas Perintah H. Syamsuddin (H. Isam)
Pengusaha Penambang Batu Bara di Tanah Bumbu


Diduga,Kapolda Kalsel Tutup Mata Atas Terungkapnya Kasus Pembunuhan Berencana Terhadap Hadriansyah, Guru Olahraga SDN KM. 08, Desa Sarigadung Tahun 2004.

Otak pelaku kasus pembunuhan berencana terhadap Hadriansyah, Guru Olahraga SDN KM.8 Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu sudah diketahui. Namanya H. Syamsuddin (H. Isam) bersama anak buahnya (orang-orang bayaran), yakni H. Babar, Asyid, Amat, Ansyah, dan M. Aini/Culin.
Peristiwa sadis itu, sebagaimana pernah diberitakan di Koran X-Kasus ini, dilakukan pada hari Senin, 9 Desember 2004, pukul 12.00 Wita di rumah dinas Guru Lami. Korban dihabisi dengan cara dicincang di hadapan masyarakat. Tragsinya lagi, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi saat para murid sekolah masih dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Ironisnya, pembunuhan berencana tersebut yang dihukum hanya 2 orang pelaku saja. Polres Tanah Bumbu dan Pengadilan Negeri Kotabaru menjatuhkan hukuman 4 bulan penjara berdasarkan petikan putusan No.91/Ptd.B/2004/PN.KTB pada hari Selasa 3 Agustus 2004 kepada M. Aini alias Culin. Sedangkan HM. Ardi alias Babar menerima hukuman pidana penjara selama 3 bulan 7 hari. Sementara otak pelakunya, H. Syamsuddin alias H. Isam dan 3 orang anak buahnya, yakni Asyid, Amat, dan Ansyah, sampai saat ini belum tersentuh hukum.
Kamis (3/3) lalu, Gusti, tokoh masyarakat Tanah Bumbu sekaligus kuasa isteri korban, Lilik Dwi Purwaningsih, memberi pernyataan demi mencari keadilan lewat jalur hukum atas terbunuhnya Hadriansyah. Gusti menjelaskan pada X-Kasus, untuk mendapatkan keadilan dengan cara penegakan hukum di wilayah Kalimantan Selatan ini, ia dan Pemuda Islam Kalsel pada hari Rabu, 5 Januari 2011, menyampaikan orasinya kepada Bapak Kapolri di Jakarta.
Setelah orasi tersebut, disusul dengan surat No.01/KS-PB/II/2011 pada hari Senin, 14 Februari 2011 yang ditujukan kepada Bapak Kapolri, Bapak Irwansyah, Bapak Kabareskrim, Kadivpropam, Bapak Kepala Kompolmas, dan Bapak Menkopolhukam di Jakarta. Surat tersebut berisi permohonan agar dibuka kembali kasus pembunuhan berencana terhadap Hadriansyah, Guru Olahraga SDN KM.08, Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu tersebut dengan cara mengusut, menindak, dan memproses secara hukum terhadap otak pelaku dan para pelaku pembunuhan lainnya.
“Dalam proses mengungkap kasus pembunuhan berencana ini, saya merasa sangat kecewa terhadap aparat penegak hukum (Polisi) yang terlihat sangat lamban dalam menangani kasus ini,” ujar Gusti. “Perkara ini sangat jelas karena ada pengakuan langsung dari pelaku pembunuhan atas perintah H. Syamsuddin (H. Isam) untuk membunuh. Ada sejumlah saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut. Pertanyaannya: ada apa dengan Polisi?”
Demi tegakknya hukum dan keadilan, Gusti pun melayangkan surat ke Bapak Kapolda Kalsel. “Untuk mendapatkan keadilan dan penegakan hokum, saya pun membuat surat kepada Bapak Kapolda Propinsi Kalimantan Selatan No.02/KS-PB/II/2011 Tanggal 25 Februari 2011 perihal Pengaduan terhadap otak pelaku dan pelaku pembunuhan lainnya yang sampai saat ini tidak tersentuh hokum. Isi suratnya adalah agar kasus ini segera diusut dan ditindak sesuai proses hukum yang berlaku,” ungkap Gusti.
Rabu (9/3) bersama isteri korban, Lilik Dwi Purwaningsih, Gusti datang ke Direskrim Polda Propinsi Kalimantan Selatan untuk meminta salinan atau dibuatkan surat pelaporan model A/B terhadap kasus pembunuhan berencana yang dilakukan H. Syamsuddin (H. Isam) dan pelaku pembunuhan lainnya sekaligus menyatakan surat pengaduan No.2/KS-PB/II/2011 tanggal 25 Februari 2011.
Kepala jaga Direskrim, Abdul Khair, menjelaskan bahwa “untuk mendapatkan salinan/ fotocopy laporan model A yang dibuat oleh Polres Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun 2004 harus diminta di Polres Tanah Bumbu, bukan di Polda Kalsel, karena sudah pernah dibuatkan, tidak mungkin dibuat kembali. “Mengenai surat pengaduan yang Bapak sampaikan ke Kapolda, sampai saat ini belum ada perintah untuk segera diproses, kami tidak berani memproses, apalagi surat tersebut tujuannya untuk Bapak Kapolda Kalsel”, kata Abdul Khair.
“Saya pun jadi bertanya-tanya: ada apa dengan Bapak Kapolda Kalsel? Sampai sejauh ini belum juga diproses pengaduan saya, seakan-akan Bapak Kapolda tutup mata atas terungkapnya kasus pembunuhan berencana yang dilakukan H. Syamsuddin (H. Isam) sebagai otak pelaku dan pelaku pembunuh lainnya terhadap Hadriansyah,” pungkas Gusti. Liputan : Suriansyah,BSc
read more...